Hari Kesehatan Mental 10 Oktober 2021, Ini 6 Tips Menjaga Kesehatan Mental bagi Remaja
Berikut adalah sejarah Hari Kesehatan Mental dan 6 tips untuk menjaga kesehatan mental bagi remaja. Simak selengkapnya di artikel ini.
TRIBUNNEWS.COM - Berikut adalah sejarah Hari Kesehatan Mental dan 6 tips untuk menjaga kesehatan mental bagi remaja.
Mengutip HindustanTimes, Hari Kesehatan Mental Sedunia pertama kali diperingati pada tanggal 10 Oktober 1992 sebagai kegiatan tahunan Federasi Kesehatan Jiwa Sedunia.
Hari itu awalnya tidak memiliki tema khusus dan tujuannya adalah untuk mempromosikan advokasi kesehatan mental dan mendidik publik tentang isu-isu yang relevan.
Baca juga: LINK Twibbon Hari Kesehatan Mental Sedunia 10 Oktober 2021, Berikut Cara Membuatnya
Melihat popularitas kampanye tersebut, pada tahun 1994 untuk pertama kalinya digunakan tema hari tersebut yaitu “Meningkatkan Kualitas Pelayanan Kesehatan Mental di Seluruh Dunia”.
Persiapan untuk Hari Kesehatan Mental Sedunia dibuat berbulan-bulan sebelumnya dan di beberapa negara program ini berlangsung selama beberapa hari, atau seminggu, atau bahkan dalam beberapa kasus sepanjang bulan.
Tema Hari Kesehatan Jiwa Sedunia tahun ini adalah 'Kesehatan mental di dunia yang tidak setara'.
Sementara pandemi telah mempengaruhi semua orang, orang-orang dengan kondisi kesehatan jangka panjang, atau menghadapi diskriminasi atau pengasuhan sendiri adalah yang paling berjuang dan membutuhkan lebih banyak dukungan.
Tips Menjaga Kesehatan Mental
Mengutip UNICEF, berikut adalah 6 tips menjaga kesehatan mental bagi remaja di masa pandemi:
1. Sadari bahwa kecemasanmu adalah hal yang wajar
Para psikolog sudah lama menyadari bahwa kecemasan adalah fungsi normal dan sehat yang bisa membuat kita waspada terhadap ancaman, dan membantu kita untuk mengambil tindakan untuk melindungi diri.
Dr. Damour menjelaskan, kecemasan akan membantu mengambil keputusan yang harus dibuat.
2. Cari pengalihan
Menurut para psikolog, ketika kita berada dalam kondisi yang sangat sulit, akan sangat membantu untuk mengenali masalah menjadi dua kategori, yakni hal-hal yang bisa kita kendalikan, dan hal-hal yang tidak bisa kita kendalikan.
Saat berada di kategori kedua, carilah pengalihan untuk diri sendiri.
Hal yang dimaksud contohnya menonton film kesukaan, membaca novel sebelum tidur atau mengerjakan PR.
3. Temukan cara baru untuk berkomunikasi dengan teman-teman
Jika kamu ingin bersosialisasi dengan teman di tengah kondisi social distancing, media sosial adalah solusi yang bagus untuk berkomunikasi.
4. Fokuslah pada dirimu
Fokus pada diri sendiri dan mencari cara untuk memanfaatkan waktu tambahan yang kamu dapatkan adalah cara yang produktif untuk menjaga kesehatanmu.
"Kalau sudah bicara tentang perasaan yang menyakitkan, satu-satunya jalan keluar adalah berusaha melaluinya." kata Dr. Damour.
5. Selami Perasaanmu
Apabila kamu merasa kecewa, biarkan dirimu merasakan kekecewaan itu.
"Kalau soal mengalami perasaan yang menyakitkan, satu-satunya jalan keluar adalah berusaha melaluinya. Lanjutkan hidupmu dan jika merasa sedih, selami perasaanmu. Jika kamu bisa membiarkan dirimu merasa sedih, akan lebih cepat pula kamu merasa lebih baik." ujar Dr. Damour.
Setiap orang punya cara berbeda untuk mengolah perasaan.
6. Berbaik hatilah pada diri sendiri dan orang lain
Beberapa remaja mengalami bullying dan pelecehan di sekolah karena coronavirus.
"Menjadi bystander yang aktif (pembela) adalah cara terbaik untuk menghadapi segala jenis bullying," kata Dr. Damour.
Anak-anak dan remaja yang menjadi target bullying tidak seharusnya diminta untuk melawan para pelaku bullying secara langsung.
Sekarang, dibanding masa-masa sebelumnya, adalah saat yang paling penting bagi kita untuk untuk lebih bijaksana dalam memutuskan apa yang akan kita bagikan atau katakana kepada orang lain.
Artikel Terkait Hari Kesehatan Mental
(Tribunnews.com/Widya)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/stres-coronavirus-992131.jpg)