Jumat, 24 April 2026

Mengenal Cagar Budaya Sangiran, Destinasi Wisata yang Diakui UNESCO

Desa Krikilan, Kabupaten Sragen Jawa Tengah, masuk dalam daerah cagar budaya Sangiran dan telah ditetapkan sebagai World Culture Heritage oleh UNESCO

Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Adi Suhendi
Tribunnews.com/ Aisyah Nursyamsi
Salah satu fosil gajah purba yang berada di museum Manusia Purba di Cagar Budaya Sangiran, Sabtu (10/10/2021). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Desa Krikilan, Kabupaten Sragen Jawa Tengah, masuk dalam daerah cagar budaya Sangiran dan telah ditetapkan sebagai World Culture Heritage oleh UNESCO pada tahun 1996.

Desa ini merupakan situs arkeologi di Pulau Jawa yang dianggap penting oleh dunia, sebab fosil manusia purba banyak ditemukan di wilayah ini.

Desa wisata Sangiran memiliki banyak potensi wisata yang dapat dinikmati wisatawan.

Di antaranya, sumber mata air asin berusia lebih dari 2 juta tahun.

Terbentuk dari pergeseran bumi serta letusan gunung berapi yang menjadikan Sangiran yang tadinya laut dalam akhirnya menjadi daratan.

Lalu, ada Punden Tingkir yang merupakan peninggalan masa lalu yang dipercaya masyarakat sebagai peninggalan Joko Tingkir.

Baca juga: Ganjar Ingin Perbanyak Event Berkelas di Sangiran

Karena adanya petilasan Joko Tingkir di dalamnya.

Tempat tersebut, kini juga memiliki beberapa spot foto yang menarik.

Potensi Desa Wisata Sangiran kian lengkap dengan wisata budaya, yang di mana memiliki Museum Manusia Purba Sangiran.

Di museum ini banyak informasi tentang keberadaan manusia purba Jawa serta binatang-binatang purba yang ditemukan di Jawa.

Desa wisata Sangiran ini merupakan kelas wisata yang sudah diakui dunia oleh UNESCO. Yaitu sebagai situs yang umurnya 1,8 juta.

Baca juga: Menjadi Detektif Feses Hewan Prasejarah dari Situs Sangiran

Wisatawan juga bisa menikmati ragam kesenian yang ada di Desa Wisata Sangiran ini, seperti Gamelan Renteng, gamelan berusia 1 abad yang masih dipakai hingga saat ini.

Tari Gerbang Sukowati, berisi pesan ajakan kepada warga Sragen agar turut serta dalam membangun Kabupaten Sragen.

Ada pula, Tari Bubak Kawah, tradisi orang tua melepas anaknya digambarkan oleh perabot rumah tangga yang di tanggul.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved