Breaking News:

Pemilu 2024

Sebut Prabowo dan Paloh Sukses Berpartai, Doli Kurnia Ajak Mantan Kader Gabung Kembali ke Golkar

Misalnya Prabowo Subianto yang sukses dengan Partai Gerindra dan Surya Paloh dengan Partai NasDem. 

tangkap layar
Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia Tandjung 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia menyatakan, ada harapan kader partai beringin yang pernah memisahkan diri untuk kembali bergabung.  

Doli menyebut Golkar bisa saja menjadi rumah besar bersama andai para kader tersebut kembali ke Golkar

"Anak muda yang di Partai Golkar pernah membayangkan bagaimana Golkar itu menjadi rumah besar bersama," kata Doli dalam webinar bertajuk 'Dua Dasawarsa Kemenangan Partai Golkar 2004-2024', Sabtu (16/10/2021).   

Lantas, Doli menyebut ada beberapa mantan kader Golkar yang sudah sukses membentuk partai dan menjadi kekuatan dalam perpolitikan nasional. 

Misalnya Prabowo Subianto yang sukses dengan Partai Gerindra dan Surya Paloh dengan Partai NasDem. 

Menteri Petahanan (Menhan) Prabowo Subianto dalam Upacara HUT TNI ke-76, Selasa (5/10/2021).
Menteri Petahanan (Menhan) Prabowo Subianto dalam Upacara HUT TNI ke-76, Selasa (5/10/2021). (YouTube Sekretariat Presiden)

"Yang sudah keluar, katakanlah ada juga Pak Surya Paloh dengan NasDemnya sukses, Prabowo dengan Gerindranya sukses," ucapnya. 

Baca juga: Banyak Tokoh Golkar Punya Jabatan Strategis, Akbar Tandjung Optimis Partainya Menang Pemilu 2024

Namun, lanjut Doli, masih ada beberapa sempalan Golkar lain yang belum berhasil. 

Ketua Komisi II DPR RI itu berharap bisa mengajak kader tersebut kembali ke keluarga besar Partai Golkar

"Tapi ada juga kekuatan partai politik lain yang belum beruntung kami dengan senang hati sebetulnya ingin mengajak kembalilah ke rumah besar bersama untuk konsolidasi," ucapnya.

Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh
Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh (Tribunnews.com/Chaerul Umam)

Di sisi lain, untuk menatap pemilihan umum (Pemilu) 2024, Partai Golkar terus melakukan konsolidasi dan mengurangi konflik internal. 

Selain itu merangkul tokoh-tokoh internal di tingkat pusat dan daerah demi mengulangi kejayaan Partai Golkar pada 2004. 

"Itu yang kita upayakan bahwa mereka itu masih dianggap ketokohan di daerah-daerah yang punya sesuatu dukungan masyarakat. Paling tidak mengangkat elektabilitas masyarakat dengan ketokohan mereka," pungkasnya.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved