Breaking News:

Anggota DPR RI Ini Punya Solusi Atasi Krisis Energi dan Disrupsi Teknologi

Dampak krisis energi tentu saja sangat tergantung dengan kemampuan masing-masing negara untuk beradaptasi dalam menghadapi perubahan iklim. 

dok. DPR RI
Anggota Komisi XI DPR RI Anis Byarwati. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Yanuar Riezqi Yovanda 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) menyatakan, perubahan iklim hingga menimbulkan krisis energi tentu bisa berdampak bagi kondisi makro ekonomi. 

Hal ini dapat ditinjau tidak hanya dari sisi permintaan, tetapi juga penawaran bisa menjadi pemicu dampak secara keseluruhan.

"Kondisi naiknya suhu, perubahan cuaca ekstrim, tekanan udara bisa berkaitan dengan penurunan produktivitas ekonomi.

Secara langsung akan mempengaruhi pertanian, perkebunan, kehutanan, industri, pariwisata, dan sebagainya," ujar Anggota Komisi XI Anis Byarwati melalui pesan singkat kepada Tribunnews, Kamis (28/10/2021).

Kendati demikian, menurutnya dampak krisis energi tentu saja sangat tergantung dengan kemampuan masing-masing negara untuk beradaptasi dalam menghadapi perubahan iklim. 

Baca juga: Indonesia Perlu Transisi Energi Fosil ke Energi Terbarukan Agar Capai NZE Pada 2060

Perbedaan iklim di setiap negara seharusnya akan menentukan besarnya dampak terhadap produktivitas dan pertumbuhan ekonomi.

Dia menilai negara seharusnya sudah siap dengan melakukan antisipasi karena kerentanan terhadap perubahan iklim tersebut. 

"Untuk itu, tanggapan kebijakan lebih kuat terhadap ancaman perubahan iklim, termasuk upaya mitigasi dan adaptasi harus disiapkan secara matang.

Dengan demikian, tidak ada efek semakin bertambah parah jika ditambah dengan masalah simultan yakni kesehatan dan menurunnya kualitas gizi akibat perubahan iklim," kata Anis. 

Selanjutnya, jika bicara teknologi digital, maka sudah bukan lagi perkara masa depan, tapi sudah menjadi realita bagi dunia secara keseluruhan. 

Baca juga: Ekonom: Waspadai Dampak Krisis Energi, Harga Komoditas Akan Cenderung Naik

Namun, terus meningkatnya perkembangan teknologi hingga menimbulkan disrupsi sebenarnya demi mengimbangi kebutuhan manusia. 

Sebab di setiap aspek kehidupan akan selalu ada teknologi digital untuk membantu kita sehari-hari, menjadikan aktivitas lebih efisien.

Bahkan dalam kondisi sekarang ini, sektor komunikasi menjadi bukti nyata bahwa pandemi mendorong masyarakat Indonesia untuk segera melakukan transisi dari manual ke era digital. 

"Justru kita harus bisa meningkatkan perekonomian dengan memanfaatkan teknologi digital. Pandemi ini mau tidak mau merupakan satu faktor, dimana memicu pergeseran aktivitas dari offline menuju online karena keterbatasan ruang gerak selama pandemi," pungkas Anis.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved