Wamendes Budi Arie Setiadi Resmikan POMDesa Pertama di Indonesia

Wakil Menteri Desa (Wamendes) Budi Arie Setiadi mengapresiasi ide pembuatan POMDesa ini karena bisa menggerakkan ekonomi desa.

Istimewa
Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Budi Arie Setiadi meresmikan POM Mini Desa (POMDesa) di Desa Cineumbeuy, Kecamatan Lebakwangi, Kabupaten Kuningan, pada Selasa (9/11/2021). / Humas Kemendes PDTT 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fransiskus Adhiyuda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Budi Arie Setiadi meresmikan POM Mini Desa (POMDesa) di Desa Cineumbeuy, Kecamatan Lebakwangi, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, Selasa (9/11/2021).

Wakil Menteri Desa (Wamendes) Budi Arie Setiadi mengapresiasi ide pembuatan POMDesa ini karena bisa menggerakkan ekonomi desa.

"Ini hal baru dan ide yang brilian. Jika sukses ini bisa jadi percontohan untuk desa lain," kata Budi Arie.

Wamendes Budi Arie lebih senang karena POMDesa ini dikelola BUMDes dengan merekrut masyarakat sekitar sebagai pengelola.

BUMDes ini dalam Undang-undang Cipta Kerja resmi berbadan hukum hingga bisa juga jadi lembaga bisnis yang bisa menggerakkan ekonomi masyarakat desa.

"BUMDes itu sokoguru Pergerakan ekonomi desa sehingga bisa membangun kawasan perdesaan," kata Budi Arie.

"Saya ini orang yang percaya kalau ingin Indonesia Maju maka harus membangun desa. Desa Maju maka Indonesia Maju," sambungnya.

Baca juga: Wamendes Budi Arie Pastikan Dorong Kemajuan Ekonomi Desa di Sekitar Candi Borobudur

Budi Arie menegaskan, membangun desa itu sama dengan membangun Indonesia karena masa depan negara ini ada di desa.

Karena kekuatan Indonesia itu ada di desa yang luasnya sekitar 90 persen dari luas daratan 191 juta hektare, yang dimulai dari peternakan, pertanian, perikanan dan wisata.

"Olehnya kita harus serius membangun desa, semua pihak harus kerja keras membangun desa," kata Budi Arie.

Setelah itu, Budi Arie menandatangani prasasti POMDesa Cineumbeuy dan Desa Subang dengan diikuti pengguntingan pita.

Baca juga: Wamendes Budi Arie: Masa Depan Indonesia Ada di Desa

Wamendes Budi Arie juga sempat meninjau hasil produksi yang dikelola oleh BUMDes Maju Bersama. Bahkan, Ia turut mencicipi penganan yang diproduksi oleh masyarakat sekitar

POMDesa ini dikelola oleh BUM Desa Maju Bersama. Keterlibatan perusahaan hanya sebagai supplyer BBM.

Dana Desa dalam APDes 2021 Rp254 Juta. Ini merupakan pilot Project untuk seluruh Indonesia.

BBM yang dijual adalah Pertalite dengan harga jual Rp8.000/liter. Dexlite dijual dengan Rp9.000/liter.

Turut bersama Wamendes Budi, Wakil Bupati Kuningan Ridho Suganda, Direktur Advokasi Desa M Fachri dan pejabat dalam lingkup Pemkab Kuningan.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved