Breaking News:

Kasus Djoko Tjandra

Kasasinya Ditolak MA, Propam Bakal Segera Sidang Irjen Napoleon Terkait Kasus Suap Djoko Tjandra

Mantan Kepala Divisi Hubungan Internasional Polri Irjen Pol Napoleon Bonaparte yang tersangkut kasus suap red notice Djoko Tjandra.

Penulis: Igman Ibrahim
Editor: Wahyu Aji
WARTAKOTA/Henry Lopulalan
Kabag Penum Divisi Humas Polri, Kombes Ahmad Ramadhan saat jumpa pres penagkapan mantan Sekretaris Umum FPI Munarman di Polda Metrojaya, Selasa(27/4/2021). Kombes Ahmad Ramadhan mengatakan penangkapan Munarman terkait dengan dugaan keterlibatan dengan aksi-aksi terorisme yang terjadi di sejumlah tempat beberapa waktu lalu. (Warta Kota/Henry Lopulalan) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Igman Ibrahim

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Propam Polri segera menyiapkan sidang komisi Kode Etik Profesi Polri (KEPP) terhadap Mantan Kepala Divisi Hubungan Internasional Polri Irjen Pol Napoleon Bonaparte yang tersangkut kasus suap red notice Djoko Tjandra.

Diketahui, kasus itu kini telah berkekuatan hukum tetap alias inkracht van gewijsde usai permohonan kasasi yang diajukan Napoleon ditolak oleh majelis hakim MA.

Dia pun kini akan menjalani hukuman 4 tahun penjara.

"Divisi Propam Polri sedang menyiapkan sidang komisi kode etik profesi terhadap saudara NB. Kasus Djoko Tjandra," kata Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (11/11/2021).

Namun demikian, kata Ramadhan, sanksi yang akan diterima oleh Napoleon nantinya bakal diputuskan saat sidang KEPP tersebut.

Termasuk, kemungkinan Irjen Napoleon akan mendapatkan Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH).

Baca juga: Penjelasan Mabes Polri Kenapa Irjen Napoleon Masih Belum Dipindahkan dari Rutan Bareskrim

"Masalah (sanksi pemecatan) itu nanti keputusan sidang. Gak mungkin saya mendahului. Jadi saya hanya menyampaikan akan dilaksanakan sidang kode etik. Putusannya nanti independen komisi kode etik yang memutuskan," tukas dia.

Sebagai informasi, Mahkamah Agung (MA) menolak permohonan kasasi yang diajukan oleh Mantan Kepala Divisi Hubungan Internasional Polri Irjen Pol Napoleon Bonaparte.

Dengan putusan tersebut maka Napoleon tetap dihukum empat tahun penjara karena terbukti menerima suap dari Djoko Tjandra yang juga merupakan terpidana kasus pengalihan hak tagih utang (cessie) Bank Bali.

Halaman
12
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved