Kamis, 28 Mei 2026

Menko PMK: Pemerintah Targetkan 3,6 Juta Lapangan Kerja Per Tahun

Muhadjir Effendy menjelaskan pembangunan manusia yang saat ini digencarkan bertujuan untuk menciptakan manusia Indonesia yang profesional. 

Tayang:
Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Wahyu Aji
ist
Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Fahdi Fahlevi 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menjelaskan pembangunan manusia yang saat ini digencarkan bertujuan untuk menciptakan manusia Indonesia yang profesional. 

Dia menerangkan, manusia profesional yang ingin diwujudkan pemerintah adalah manusia yang produktif, mampu bersaing, dan berkepribadian Indonesia. 

"Tujuan pembangunan manusia Indonesia adalah untuk terciptanya atau bertumbuhnya kualitas manusia Indonesia yang unggul. Unggul itu yaitu manusia Indonesia yang profesional dalam arti produktif, mampu bersaing, dan berkepribadian Indonesia yang kuat," ujar Muhadjir melalui keterangan tertulis, Kamis (11/11/2021).

Akan tetapi, menurut Muhadjir, masih ada tantangan yang harus diperhatikan dalam mewujudkan manusia profesional, yakni masalah daya saing manusia Indonesia.

Dia memaparkan, mengacu laporan World Economic Forum (WEF), indeks daya saing global Indonesia dalam Global Competitiveness Index 2019 menempati peringkat 50 dari 141 negara. 

Posisi tersebut merosot dari yang sebelumnya menempati posisi ke 45.

Baca juga: Punya Pemikiran Soal Pendidikan Non-Formal, Menko PMK Dinobatkan Jadi Tokoh Pendidikan

Dengan mengacu kondisi tersebut, maka pembangunan SDM profesional adalah hal mutlak harus digencarkan. 

Menurut Muhadjir, peran lembaga pendidikan menjadi sentral untuk membangun SDM Indonesia.

"Lembaga pendidikan harus berkualitas, dan mampu menghasilkan lulusan yang kompetitif, produktif, profesional, punya karakter kuat sebagai kader bangsa," ujarnya.

Kemudian, imbuh Menko Muhadjir, penyediaan lapangan pekerjaan juga sangat penting untuk mewujudkan SDM Indonesia yang profesional. 

Dia menerangkan, saat ini jumlah angkatan kerja produktif Indonesia sebanyak 140 juta orang.

Baca juga: Menko PMK: Pandemi Paksa Percepatan Transformasi di Berbagai Sektor

Paling tidak, pemerintah harus menyediakan lapangan kerja per tahun untuk angkatan kerja baru sekitar 3,6 juta lapangan kerja.

"Saat ini pemerintah tengah berusaha untuk menyediakan lapangan pekerjaan dengan jumlah yang relatif aman dengan kualifikasi pekerjaan yang sesuai dengan SDM yang telah ditempa oleh sekolah atau perguruan tinggi," ucap Muhadjir. 

Muhadjir menilai, kesuksesan pembangunan SDM Indonesia yang profesional adalah ketika  penghasilan kereka mampu memenuhi kebutuhan diri sendiri, kebutuhan mereka yang tidak produktif, dan sisanya ditabung.

"Kalau itu terjadi, orang yang berusia produktif juga akan menghasilkan penghasilan produktif. Dapat memenuhi kebutuhan dirinya sendiri, untuk memenuhi mereka yang tidak produktif, dan kelebihannya ditampung sebagai tabungan nasional," kata Muhadjir. 

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved