Pertemuan Jokowi dan Perdana Menteri Malaysia Bahas 4 Poin Penting: TKI hingga Batas Negara
Jokowi dan Perdana Menteri ke-9 Malaysia, Datuk Sri Ismail Sabri Yaakob bahas empat poin penting untuk mempererat kerjasama antara Indonesia Malaysia
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyambut baik kedatangan Perdana Menteri ke-9 Malaysia, Datuk Sri Ismail Sabri Yaakob di Istana Kepresidenan Bogor, Rabu (10/11/2021).
Pada kunjungan PM Malaysia pertama setelah pandemi ini, Jokowi menyampaikan empat poin penting dalam rangka mempererat kerjasama antara Indonesia dengan Malaysia.
Empat poin pembahasan tersebut disampaikan Jokowi melalui YouTube Sekretariat Presiden pada Rabu (10/11/2021).
"Sebagai negara tetangga dekat dan bangsa serumpun kita harus memperkuat kerjasama berdasarkan prinsip yang saling menghormati dan saling menguntungkan."
"Dalam pertemuan pertama kami (setelah pandemi), kita berbicara sangat terbuka dan bersahabat beberapa isu," terang Jokowi.
Pembahasan pertama mengenai pentingnya kerjasama perlindungan Warga Negara Indonesia yang berada di Malaysia.
Baca juga: Indonesia-Malaysia Sepakat Buat TCA, Dua Rute Perjalanan Dibuka
Baca juga: Kantor Staf Presiden akan Dorong Penguatan Satgas Perbatasan RI-Malaysia di Kalimantan Barat
Termasuk perizinan mengenai pusat pembelajaran komuniti atau institusi pendidikan yang menyediakan pendidikan alternatif kepada anak-anak TKI atau Community Learning Centre (CLC).
"Saya mendorong kiranya MOU perlindungan Tenaga Kerja Domestik Indonesia dapat segera di selesaikan. Kemudian juga mengenai izin Community Learning Center di Semenanjung juga bisa diberikan izinnya sesuai prinsip pendidikan bagi semuanya," kata Jokowi.
Pembahasan selanjutnya, atau yang kedua, Jokowi berharap Indonesia-Malaysia dapat sesegera mungkin melakukan negoisasi terkait batas negara masing-masing.
"Baik batas darat dan batas laut agar dapat segera di selesaikan. Kita berharap karena ini sudah agak lama progresnya, kita berharap dalam waktu yang sesingkat-singkatnya masalah ini bisa diselesaikan," tambah Jokowi.
Selanjutnya pembahasan yang ketiga, terkait dengan pemulihan ekonomi pasca demi, Jokowi menyambut baik kenaikan angka perdagangan yang merangkak naik sebanyak 49 persen pada Januari-Agustus 2021.
Baca juga: Varian Delta Plus Landa Malaysia-Singapura, RI Harus Perketat Pintu Masuk dan Mobilitas Masyarakat
Presentase kenaikan ini dihitung berdasarkan perbandingannya dengan periode yang sama di tahun lalu.
"Guna mendukung upaya pemulihan ekonomi, tadi kita juga sudah sepakat untuk dibuat travel corridor arrangement (perjalanan baik bisnis maupun pariwisata) secara bertahap nanti akan kita bukanya satu-persatu," terang orang nomor satu di Indonesia itu.
Kemudian keempat, Jokowi dan PM Malaysia juga bertukar pikiran mengenai beberapa isu kawasan.
Baik yang berkaitan dengan Myanmar maupun Laut Cina Selatan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/jokowi-dan-pm-malaysia-datuk-sri.jpg)