Breaking News:

Relawan Jokowi Nilai Menteri yang sudah Mikir Jadi Capres-Cawapres Tidak Tahu Malu

Pitono menyayangkan sikap, etos kerja dan tindak-tanduk anggota kabinet yang tidak mengindahkan arahan Presiden Jokowi

Biro Pers Kepresidenan/AGUS SUPARTO
Presiden Jokowi setibanya di Jayapura, langsung singgah di Pasar Noken Taman Imbi, Papua, Sabtu (13/11/2021). Di pasar tersebut, Presiden Jokowi memborong tas tradisional masyarakat Papua, Noken. TRIBUNNEWS/Setpres/Agus Suparto 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Vincentius Jyestha C

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Umum Relawan Penggerak Jakarta Baru (RPJB) Pitono Adhi menyayangkan sikap anggota kabinet yang tidak mengindahkan arahan Presiden Joko Widodo yang tengah memasuki awal tahun ketiga di periode terakhirnya menjabat. 

Menurutnya, tantangan utama yang dihadapi oleh pemerintah, khususnya Presiden Jokowi, adalah mewujudkan legacy atau warisan pemerintahan yang akan memperkokoh langkah bangsa memasuki era Indonesia maju. 

Masalahnya, perwujudan warisan itu menghadapi tantangan pandemi Covid-19 yang belum berkesudahan hingga kini. 

“Saat saya diminta bertemu Presiden Jokowi beberapa waktu lalu, beliau menyatakan bahwa pandemi Covid-19 telah menimbulkan bukan hanya luka tetapi luka yang teramat dalam bagi bangsa Indonesia,” ujar Pitono, dalam keterangannya, Senin (15/11/2021).

Baca juga: Riset HCC: Orang yang Belum Vaksin, Miliki Perilaku Pencegahan Covid-19 Kurang Baik

“Dibutuhkan kemampuan prima untuk menangani berbagai krisis yang diakibatkan oleh wabah ini,” imbuhnya. 

Oleh sebab itu Pitono menyayangkan sikap, etos kerja dan tindak-tanduk anggota kabinet yang tidak mengindahkan arahan Presiden Jokowi

Menurut Pitono, dalam berbagai kesempatan Presiden selalu mengarahkan para menterinya agar siang malam hanya memikirkan bagaimana mengatasi krisis yang diakibatkan oleh Covid-19. 

"Di lapangan kenyataannya berbeda sama sekali. Mulai dari terjadinya kelangkaan obat penting untuk penderita Covid waktu itu hingga adanya indikasi bisnis PCR dan vaksin berbayar 15 juta dosis baru-baru ini,” tambahnya. 

Pitono mengatakan para menteri harus melipatgandakan perhatian dan tenaga mereka demi suksesnya program-program Jokowi. Bila tidak mampu, dia menyarankan agar para menteri tersebut lebih baik segera mundur dari kabinet. 

Halaman
12
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved