Puteri Komarudin Tekankan Peran Kepemimpinan Parlemen untuk Jaga Kedamaian Global

Forum Asia-Europe Parliamentary Partnership (ASEP) menyelenggarakan Sidang ke-11 yang berlangsung pada Senin (16/11

dok. DPR RI
Anggota Komisi XI DPR RI Puteri Anetta Komarudin. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Vincentius Jyestha 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Forum Asia-Europe Parliamentary Partnership (ASEP) menyelenggarakan Sidang ke-11 yang berlangsung pada Senin (16/11/2021).

Sidang tersebut diselenggarakan oleh Parlemen Kamboja dan dihadiri secara virtual oleh 31 parlemen negara anggota ASEP di Kawasan Asia dan Eropa serta observer dari Parlemen Eropa dan Sekretariat ASEAN. 

Hadir sebagai delegasi DPR RI, anggota Badan Kerja Sama Antar Parlemen Fraksi Partai Golkar Puteri Anetta Komarudin menegaskan pentingnya peran aktif parlemen dalam mewujudkan dan menjaga kedamaian, keamanan, dan kesejahteraan secara global. 

“Berbagai peran dapat dimainkan parlemen untuk membangun arsitektur perdamaian, keamanan, dan kesejahteraan. Ketika konflik, parlemen dapat bertindak sebagai agen perdamaian, sedangkan pasca konflik pun parlemen turut berperan penting dalam menjaga perdamaian dan menciptakan pembangunan berkelanjutan," kata Puteri dalam pidatonya yang disampaikan pada sesi diskusi panel pertama dengan tema Parlemen yang Proaktif untuk Mencapai Kedamaian, Keamanan, dan Kesejahteraan Bersama, Senin (16/11/2021).

Baca juga: Panitia Pemilu Jepang Tak akan Umumkan Jenis Kelamin Calon Anggota Parlemen

"Bahkan, parlemen juga perlu terlibat untuk mengawal dan memastikan terlaksananya prinsip inklusi yang terkandung dalam demokrasi,” imbuhnya. 

Dalam sesi tersebut, Puteri juga menekankan komitmen dan kiprah Indonesia dalam melindungi dan memelihara perdamaian dan keamanan dunia.

“Sejak kemerdekaan Indonesia, kita telah menunjukkan komitmen dan peran aktif untuk menjadi partner terpercaya bagi perdamaian dunia. Untuk misi perdamaian PBB, misalnya, Indonesia adalah satu dari sepuluh kontributor personil utama di dunia," kata Puteri. 

"Kita juga dorong keterlibatan perempuan di meja perundingan damai. Sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB, kita juga tekankan kerja sama dan sinergi global untuk mencegah konflik,” ungkap Wakil Grup Asia Pasifik untuk Biro Parlemen Perempuan Inter-Parliamentary Union (IPU) ini. 

Sidang ke-11 ASEP ini merupakan bagian dari agenda resmi persiapan menuju Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-13 Asia-Europe Meeting (ASEM) akan dilaksanakan pada 25-26 November 2021 di Kamboja. 

ASEM merupakan forum himpunan parlemen-parlemen negara anggota di kawasan Asia dan Eropa yang dibentuk untuk membangun dialog dan kerja sama antara Asia dan Eropa.

Dalam sesi diskusi tersebut, Puteri juga menyampaikan tiga rekomendasi bagi parlemen negara anggota.

Pertama, legislasi yang kita bentuk harus berdasarkan budaya perdamaian yang membangun dan memelihara perdamaian itu sendiri. 

"Kedua, kita harus dukung legislasi yang mendorong terwujudnya Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), pemerataan pembangunan, dan mempersempit jurang kesenjangan pembangunan antar negara di kawasan. Kemudian, legislasi yang dibentuk pun harus mampu mengimplementasikan berbagai komitmen internasional terkait perdamaian dan keamanan dalam prioritas nasional dan kerangka peraturan perundangan nasional,” jelas Puteri. 

Menutup pidatonya, Puteri menyerukan peran aktif parlemen anggota. Dia mengajak seluruh parlemen anggota ASEP untuk terus memimpin upaya-upaya menjaga perdamaian dan keamanan di kawasan dan dunia. 

"Kewenangan dan kapasitas yang parlemen miliki perlu diberdayakan dengan optimal untuk membangun dialog dan menghindari aksi-aksi yang menggunakan kekerasan. Melalui forum ini, kita perlu memperkuat diplomasi parlemen sebagai sarana penting dalam menjaga kedamaian dan keamanan serta mencapai pembangunan berkelanjutan dan kesejahteraan,” tutup Puteri. 

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved