Breaking News:

Mafia Tanah

Kasus Mafia Tanah Bisa Terjadi karena Ada Celah, Jangan Pernah Melepaskan Sertifikat kepada Siapapun

Para mafia tanah banyak menyasar tanah-tanah yang tidak dirawat atau tidak ditinggali.

YouTube TS Media/Tangkapan Layar
YouTube TS Media/Tangkapan Layar 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kasus mafia tanah kembali mencuat di Tanah Air, usai artis Nirina Zubir menjadi korban.

Enam sertifikat kepemilikan tanah dan bangunan milik mendiang ibu Nirina Zubir di Jakarta Barat disebut-sebut digelapkan oleh mantan asisten ibunya.

Kerugian mencapai Rp 17 miliar pun harus dialami oleh Nirina.

Mantan wakil menteri luar negeri era SBY Dino Patti Djalal pernah mengalami kejadian serupa pada tahun lalu.

Diketahui, Dino mengalami kerugian mencapai Rp 150 miliar imbas bergantinya kepemilikan sertifikat tanah dan bangunan milik ibunya di Jakarta Selatan.

Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Sofyan A Djalil menegaskan pihaknya terus berupaya memerangi mafia tanah.

Salah satu langkah yang diambil adalah dengan membuat program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL).

Melalui PTSL, diharapkan Sofyan seluruh bidang tanah di Indonesia dapat terdaftar sehingga ruang gerak mafia tanah menjadi sulit.

"PTSL ini tujuannya ialah semua tanah di Indonesia nanti bisa kita daftarkan. Jika semua tanah terdaftar sudah ada koordinatnya, ruang bergerak bagi penjahat untuk memanipulasi menjadi lebih sulit," kata Sofyan, Sabtu (20/11/2021).

Tak berhenti disitu, Kementerian ATR/BPN turut memperbaiki peraturan-peraturan yang ada, guna membatasi ruang gerak mafia tanah serta menciptakan perlindungan, keadilan, dan kepastian hukum dalam bidang pertanahan.

Halaman
123
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved