Breaking News:

Wakil Ketua KPK Tanggapi Pernyataan Arteria Dahlan yang Sebut Penegak Hukum Tak Boleh Di-OTT

Wakil Ketua KPK, Nurul Ghufron, menanggapi pernyataan Anggota Komisi III DPR Fraksi PDI Perjuangan, Arteria Dahlan yang belakangan ramai dibicarakan.

TRIBUNNEWS/Jeprima
Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nurul Ghufron saat memberikan keterangan pers di Gedung Komisi Nasional untuk Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Jakarta Selatan, Kamis (17/6/2021). Ghufron datang untuk memberikan klarifikasi terkait dugaan pelanggaran HAM yang dilaporkan ke Komnas HAM pada proses tes wawasan kebangsaan (TWK) pegawai KPK. Ghufron menyebut, TWK merupakan bagian dari proses alih status pegawai KPK menjadi aparatur sipil negara (ASN). Sedangkan, Badan Kepegawaian Negara (BKN) merupakan lembaga yang melaksanakan TWK pegawai KPK tersebut. Tribunnews/Jeprima 

TRIBUNNEWS.COM - Wakil Ketua KPK, Nurul Ghufron, turut menanggapi pernyataan Anggota Komisi III DPR Fraksi PDI Perjuangan (PDIP_, Arteria Dahlan, yang belakangan ramai menjadi perbincangan.

Diketahui sebelumnya, Arteria Dahlan belakangan ini menjadi sorotan publik karena pernyataannya yang menyebut aparat penegak hukum tak layak dijerat operasi tangkap tangan (OTT).

Menanggapi hal tersebut, Ghufron menegaskan OTT adalah adalah bagian dari upaya paksa yang telah diberikan wewenangnya oleh KUHP.

Selain itu, Ghufron juga menyebut pendirian KPK ini salah satunya juga untuk menegakkan tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh aparat penegak hukum dan penyelenggara negara.

Anggota fraksi PDI Perjuangan DPR RI Arteria Dahlan.
Anggota fraksi PDI Perjuangan DPR RI Arteria Dahlan. (Tribunnews.com/ Chaerul Umam)

Baca juga: Arteria Dahlan Tak Setuju Penegak Hukum Di-OTT, Ini Respons PDIP hingga Eks Pegawai KPK

"OTT bagian dari upaya paksa yang diberikan wewenang oleh KUHP dan KPK dihadirkan atau didirikan salah satunya untuk menegakkan tindak pidana korupsi."

"Yang dilakukan oleh aparat penegak hukum dan penyelenggara negara," kata Ghufron dalam tayangan video di kanal YouTube Kompas TV, Minggu (21/11/2021)

Ghufron menambahkan, pernyataan Arteria Dahlan ini juga bertentangan dengan semangat UU Tindak Pidana Korupsi.

"Sehingga pernyataan yang bersangkutan bertentangan dengan semangat Pasal 11 ayat (1) huruf a UU 19/2019 tentang Perubahan Kedua Atas UU 30/2002," tegasnya.

Baca juga: Arteria Dahlan Sebut Polisi hingga Jaksa Tak Boleh Di-OTT, Giri Suprapdiono: Sensasi Politik

Tanggapan Mabes Polri dan Wakil Ketua Komisi III DPR RI

Diberitakan sebelumnya, Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri, Kombes Ahmad Ramadhan, pun memberikan responsnya atas pernyataan Arteria tersebut.

Halaman
123
Sumber: TribunSolo.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved