Breaking News:

Kemitraan Strategis Pengelolaan Kualanamu Percepat Pembangunan Infrastruktur Bandara di Tanah Air

Masuknya investasi ini juga akan membantu Indonesia dalam melakukan percepatan dan keberlanjutan pembangunan infrastruktur.

Penulis: Hasanudin Aco
Editor: Adi Suhendi
dok Angkasa Pura II
Bandara Kualanamu. Kemitraan strategis PT Angkasa Pura (AP) II dengan GMR Airports Consortium dalam pengelolaan Bandar Udara Internasional Kualanamu menjadi bukti bahwa Indonesia menarik sebagai tujuan investasi. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kemitraan strategis PT Angkasa Pura (AP) II dengan GMR Airports Consortium dalam pengelolaan Bandar Udara Internasional Kualanamu melalui skema Build Operate Transfer (BOT) dinilai menjadi bukti bahwa Indonesia menarik sebagai tujuan investasi.

Masuknya investasi ini juga akan membantu Indonesia dalam melakukan percepatan dan keberlanjutan pembangunan infrastruktur.

"Kehadiran GMR Airports diharapkan menjadi starting point yang menggairahkan minat investor terhadap infrastruktur kebandaraan tanah air," kata pengamat BUMN dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia Toto Pranoto dalam keterangannya, Kamis (9/12/2021).

Ia berpendapat kerja sama kemitraan strategis antara AP II dan GMR Airports jelas akan menguntungkan Indonesia.

Sebab, selain membawa modal, GMR Airports juga membawa akses jaringan yang diperlukan untuk revitalisasi Bandara Kualanamu.

Masuknya GMR Airports melalui ekuitas di Bandara Kualanamu juga diyakini dapat memperkuat struktur permodalan.

Baca juga: Kemitraan Strategis di Bandara Kualanamu Mendorong Realisasi Konsep Aerotropolis

Termasuk memperkuat penerapan best practice global dalam pengelolaan dan pengembangan Bandara Kualanamu.

Berdasar rekam jejaknya, GMR Airports Consortium yang merupakan milik GMR Group asal India dan Aéroports de Paris Group (ADP) dari Prancis ini dikenal sebagai jaringan operator bandara yang melayani penumpang terbanyak di dunia.

Kerja sama AP II dengan GMR Airports ini akan membentuk perusahaan patungan atau joint venture company (JVCo) bernama PT Angkasa Pura Aviasi (APA).

Sebagai perusahaan pengelolaan Bandara Kualanamu, mayoritas saham APA dimiliki oleh AP II sebesar 51 persen, dan 49 persen sisanya dipegang GMR Airports.

Baca juga: Bandara Kualanamu Dinilai Berpotensi Menyaingi Changi Airport

Halaman
12
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved