BNPB Kirim Tim Khusus Trauma Healing Bagi Warga Terdampak Gempa di Kepulauan Selayar

BNPB juga akan mengirimkan tim khusus untuk pendampingan warga terdampak yang masih mengalami trauma pasca gempa bumi.

Penulis: Taufik Ismail
Editor: Dewi Agustina
BNPB
230 rumah di Kabupaten Selayar, Sulawesi Selatan, mengalami kerusakan usai terjadi gempabumi dengan magnitudo 7,4 di wilayah Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, Selasa (14/12/2021). 

Laporan Wartawan Tribunnews, Taufik Ismail

TRIBUNNEWS. COM, JAKARTA - Pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus mendukung Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar dalam upaya percepatan penanganan bencana gempa bumi Flores bermagnitudo 7,4 yang berdampak di wilayah Provinsi Sulawesi Selatan, khususnya di Kabupaten Kepulauan Selayar dan sekitarnya.

Deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB Jarwansyah saat meninjau lokasi terdampak gempa bumi di wilayah Kecamatan Pasimarannu, Kepulauan Selayar, mengatakan bentuk dukungan itu diwujudkan melalui beberapa hal yang merujuk pada koordinasi, pendampingan asesmen, distribusi logistik hingga pemulihan paska bencana.

"BNPB akan terus mendampingi BPBD Kabupaten Selayar dan BPBD Provinsi Sulawesi Selatan untuk melakukan asesmen kerusakan permukiman maupun infrastruktur yang ada. Kita berharap proses ini bisa untuk segera recovery, jadi masyarakat tidak terlalu lama di pengungsian," jelas Jarwansyah dikutip dari siaran pers BNPB, Senin (20/12/2021).

Di samping itu, BNPB juga akan mengirimkan tim khusus untuk pendampingan warga terdampak yang masih mengalami trauma pasca gempa bumi.

230 rumah di Kabupaten Selayar, Sulawesi Selatan, mengalami kerusakan usai terjadi gempabumi dengan magnitudo 7,4 di wilayah Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, Selasa (14/12/2021).
230 rumah di Kabupaten Selayar, Sulawesi Selatan, mengalami kerusakan usai terjadi gempabumi dengan magnitudo 7,4 di wilayah Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, Selasa (14/12/2021). (BNPB)

Hal itu perlu dilakukan, mengingat hingga saat ini masih ada 16.593 warga yang mengungsi karena masih khawatir dan cemas dengan gempa bumi susulan.

Di sisi lain, sebagian warga juga kembali mengingat peristiwa gempabumi yang diikuti gelombang tsunami pada 12 Desember 1992 dan menewaskan kurang lebih 2.500 jiwa.

"Kita juga akan segera mengirimkan tim untuk trauma healing. Melakukan pendampingan kepada warga terdampak. Harapannya semoga warga segera dapat kembali ke rumahnya masing-masing," kata Jarwansyah.

Lebih lanjut, Plt Deputi Bidang Kedaruratan itu juga mengatakan bahwa BNPB akan memberikan Dana Tunggu Hunian (DTH) kepada warga terdampak yang rumahnya rusak berat dan tidak dapat dihuni lagi.

Baca juga: Update Dampak Gempa M 7,4 di NTT: 4.838 Warga Kepulauan Selayar Mengungsi di 34 Titik Pengungsian

Dana tersebut akan diberikan hingga proses perbaikan rumahnya selesai.

"Kita akan berikan dana tunggu hunian sampai rumahnya selesai dibangun," jelas Jarwansyah.

BNPB sebelumnya telah mendorong dukungan logistik dan peralatan guna percepatan penanganan gempabumi M7,4 di Kabupaten Kepulauan Selayar pada Jumat (17/19/2021).

Adapun rinciannya meliputi makanan siap saji sebanyak 333 paket, lauk pauk 333 paket, makanan tambahan gizi 333 paket, selimut 100 lembar, matras 100 lembar dan tenda pengungsi 4 set.

Selain itu, BNPB juga telah memberikan dukungan lain berupa Dana Siap Pakai (DSP) senilai 250 juta rupiah kepada Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved