Sabtu, 30 Agustus 2025

Muktamar NU

Ini 3 Politisi yang Masuk Jadi Pengurus Inti PBNU, Gus Yahya Jelaskan Alasannya

Ketua Umum PBNU Gus Yahya Cholil Staquf secara resmi mengumumkan kepengurusan PBNU masa periode 2022-2027.

Editor: Hasanudin Aco
TRIBUN LAMPUNG/DENI SAPUTRA
Ketua Umum PBNU terpilih Gus Yahya Cholil Staquf bersama dengan mantan Ketua Umum PBNU Kiai Said Aqil Siradj saat pemilihan Ketua Umum PBNU pada Muktamar NU ke 34 di Universitas Lampung, Bandar Lampung, Jumat (24/12/2021). Gus Yahya Cholil Staquf terpilih sebagai Ketua Umum PBNU periode 2021-2026 dengan perolehan suara 337 dan Said Aqil Siradj meraih 210 suara pada Muktamar NU ke 34. TRIBUN LAMPUNG/DENI SAPUTRA 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Umum PBNU Gus Yahya Cholil Staquf secara resmi mengumumkan kepengurusan PBNU masa periode 2022-2027.

Dari sejumlah nama dalam kepengurusan periode Gus Yahya ini, muncul beberapa nama yang masih aktif sebagai politikus.

Mereka ditunjuk menempati posisi di level tanfidizyah (Eksekutif) maupun Syuriah (pertimbangan).

Beberapa nama bahkan menjadi pengurus inti di level Tanfidziyah, berada di samping kiri-kanan Gus Yahya sebagai ketum PBNU.

Mereka disebut sebagai pengurus inti.

Baca juga: DAFTAR LENGKAP Pengurus PBNU Periode 2022-2027, Ada Gubernur Wanita hingga Anak Presiden ke-4 RI

Misalnya, Gus Ipul (Saifullah Yusuf) menjabat sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBNU.

Ia saat ini aktif sebagai Wali Kota Pasuruan.

Lalu muncul nama Nusron Wahid.

Politisi kawakan dari Golkar yang dijadikan salah satu Wakil Ketua Umum dalam kepengurusan Gus Yahya.

Lantas ada nama politikus muda PDIP asal Jatim, sekaligus angota DPR RI Nasyirul Falah Amru yang termaktub sebagai salah satu Ketua PBNU.

“Pengurus PBNU kali ini mencerminkan realitas di NU, baik dari segi keadaerahan, gender, maupun dari segi orientasi politik,” papar Gus Yahya dalam sambutannya, Rabu (12/1/2022) dikutip dari Kompas.TV.

Terkait orientasi politik, ada beberapa politisi yang menjadi pengurus PBNU.

Gus Yahya menjelaskan bahwa ini terkait dengan strategi yang ia jalankan.

“Strategi ini kami pilih. Memasukkan dari pelbagai kepentingan politik berbeda, supaya bisa saling jaga. Kalau dari kita (PBNU) bersihkan dari politisi sama sekali, ya tetap saja nantinya (bakal ada) kepentingan politik tetap masuk,” paparnya.

Untuk itulah, kata dia ia memasukkan beberapa orang-orang yang udah diketahui latar belakang politiknya secara jelas. Bahkan ia secara terbuka menyebut beberapa nama.

Halaman
12
Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan