Pemindahan Ibu Kota Negara

Korsel Antusias Garap Proyek IKN Nusantara

Retno Marsudi mengatakan negara asing menyambut baik rencana pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, termasuk Korea Selatan.

Tribunnews/JEPRIMA
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi saat menjawab pertanyaan pada wawancara khusus dengan Tribun Network di Gedung Pancasila Kementerian Luar Negeri, Jakarta Pusat, Jumat (21/1/2022). Pada kesempatan tersebut Retno Marsudi memberikan tips agar dirinya tetap sehat dan bugar serta cara mengatasi stress saat menyerang dikala pandemi. Tribunnews/Jeprima 

WAWANCARA KHUSUS DENGAN MENTERI LUAR NEGERI RETNO MARSUDI

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Retno Marsudi mengatakan negara asing menyambut baik rencana pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.

Retno bilang negara maju khususnya sudah mengetahui ide pembangunan IKN Nusantara.

Ia menyebut Korea Selatan satu di antara yang paling antusias mega proyek di Penajam Paser,
Kalimantan Timur ini.

Menlu Retno pun sudah menjalin komunikasi terkait upaya-upaya kerjasama yang bisa dilakukan untuk
proyek IKN Nusantara.

Dukungan dari negara lain tidak lain untuk mewujudkan ibu kota negara baru dengan konsep smart city
dan green city.

Baca juga: Menlu Retno: Saya Selalu Disebelah Pak Jokowi 

Berikut wawancara Menlu Retno dengan Direktur Pemberitaan Tribun Network Febby Mahendra
Putra:

Pemerintah sedang mempersiapkan ibu kota baru di Kaltim, apakah Bu Menteri sering ditanya
mengenai pembangunan IKN?
Mereka tahu bahwa ada rencana pemindahan ibu kota. Dan mereka tahu ide besarnya untuk menjadikan kota ramah lingkungan. Smart city, green city dan sebagainya. Beberapa negara sudah mulai menjalin komunikasi dengan kita bagaimana melakukan kerjasama untuk membuat ibu kota baru yang hijau.

Kalau yang paling antusias negara asing mana untuk menggarap proyek IKN ini?
Ada banyak ya termasuk Korea Selatan. Bahkan Malaysia terakhir mempertanyakan apa yang bisa kita
kerjasamakan dalam rencana pembangunan ibu kota baru. Jadi ada banyak sekali yang tertarik.

Baca juga: Respons Risma Ditanya Kesiapannya Jika Ditunjuk Jadi Kepala Otorita IKN

Di sosmed gencar menyebut pembangunan ibu kota baru ini untuk kepentingan Republik Rakyat
Tiongkok (RRT)? Boleh diklarifikasi bu?
Waduh nggak bener itu. Saya kira kita semua tahu persis bahwa kepentingan rakyat, kepentingan
bangsa, kepentingan negara. Itu tidak akan kita pertaruhkan. Saya karena lahir dari awal sebagai diplomat maka kami didik untuk membela kepentingan. Setiap kali negosiasi pertanyaan pertama kita selalu kepentingan rakyat kita apa. Itu yang selalu kita perjuangkan. Saya ingin menegaskan tidak ada satupun untuk kepentingan negara lain.

Apakah RRT termasuk yang menanyakan perihal pembangunan IKN Nusantara?
Iya betul RRT termasuk yang menanyakan. Saya juga lupa menyebutkan Uni Emirat Arab (UEA) intensif
sekali bicara dalam konteks pembangunan ibu kota negara baru. Dan juga Singapua. Sebentar lagi Presiden Jokowi akan bertemu dengan Perdana Menteri Lee Hsein Loong pasti isu itu juga akan naik.
Sekali lagi pada saat kita bicara kerjasama dengan politik bebas aktif kita. Maka kita bebas bekerjasama
dengan siapapun tapi kita aktif berkontribusi dalam upaya menyelesaikan masalah.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi saat menjawab pertanyaan pada wawancara khusus dengan Tribun Network di Gedung Pancasila Kementerian Luar Negeri, Jakarta Pusat, Jumat (21/1/2022). Pada kesempatan tersebut Retno Marsudi memberikan tips agar dirinya tetap sehat dan bugar serta cara mengatasi stress saat menyerang dikala pandemi. Tribunnews/Jeprima
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi saat menjawab pertanyaan pada wawancara khusus dengan Tribun Network di Gedung Pancasila Kementerian Luar Negeri, Jakarta Pusat, Jumat (21/1/2022). Pada kesempatan tersebut Retno Marsudi memberikan tips agar dirinya tetap sehat dan bugar serta cara mengatasi stress saat menyerang dikala pandemi. Tribunnews/Jeprima (Tribunnews/JEPRIMA)

Setelah kunjungan ke Bali beberapa waktu lalu, apakah Provinsi Bali bisa kembali bangkit berkaitan adanya event G20?
Insya Allah akan membawa kebangkitan tidak hanya bagi Bali tapi kebangkitan industri yang terkait
hospitality. Semuanya harus dihitung bahwa kita masih dalam kondisi pandemi. Jadi tidak serta merta dibebaskan begitu saja sehingga kita abai terhadap protokol kesehatan.

Memang Bali memiliki ciri yang agak khusus dibanding provinsi lain. Pemasukan dari sektor pariwisata
sangat dominan. Dengan kegiatan-kegiatan G20 di Bali sangat diharapkan akan membantu mengembalikan Bali sebagai salah satu destinasi wisata yang terbaik untuk dunia. Saya hampir setiap bulan ke Bali untuk mengecek kesiapan. Kadang orang tanya Menteri Luar Negeri
ke Bali ngecek urusannya apa ya.

Terkadang saya tandem dengan Mas Basuki (Menteri PUPR), Mas Budi Karya (Menteri Perhubungan)
dengan Mas Erick juga (Menteri BUMN). Itu karena persiapan infrastruktur dan logistik tidak akan bisa
lepas dari kebutuhan substansinya. Karena itu saya tandem menteri yang terkait logistik dan infrastruktur termasuk dengan Pak Luhut Menko Kemaritiman dan Investasi.

News Director Tribun Network Febby Mahendra Putra (kiri) berbincang dengan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi (kanan) usai wawancara khusus di Gedung Pancasila Kementerian Luar Negeri, Jakarta Pusat, Jumat (21/1/2022). Pada kesempatan tersebut Retno Marsudi memberikan tips agar dirinya tetap sehat dan bugar serta cara mengatasi stress saat menyerang dikala pandemi. Tribunnews/Jeprima
News Director Tribun Network Febby Mahendra Putra (kiri) berbincang dengan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi (kanan) usai wawancara khusus di Gedung Pancasila Kementerian Luar Negeri, Jakarta Pusat, Jumat (21/1/2022). Pada kesempatan tersebut Retno Marsudi memberikan tips agar dirinya tetap sehat dan bugar serta cara mengatasi stress saat menyerang dikala pandemi. Tribunnews/Jeprima (Tribunnews/JEPRIMA)

Apakah event G20 yang dominasi kegiatannya di Bali ini untuk membuat ekonominya kembali bergeliat?
Prinsipnya kita ingin melakukan kegiatan pertemuan di berbagai kota Indonesia. Karena Indonesia bukan hanya Bali. Namun demikian, kita ini sedang dalam situasi pandemi. Dengan pandemi ini maka terdapat infrastruktur yang agak spesifik agar kegiatan dapat dilakukan di satu tempat. Misalnya fasilitas rumah sakitnya. Jika terjadi apa-apa dengan delegasi maka kita dapat melakukan treatment terhadap delegasi tersebut. Kemudian fasilitas infrastruktur karena sidangnya cukup besar dalam hal ini Konferensi Tingkat Tinggi (KTT). Kita perlu memperhatikan ketersediaan hotel. Sekali lagi prinsipnya kita ingin sebar tapi harus melihat dukungan infrastruktur. Bali dan Jakarta memenuhi itu. (Tribun Network/Reynas Abdila)

  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved