Sahroni Minta Kasus Investasi Bodong Alkes Diusut Cepat dan Tuntas

Ahmad Sahroni meminta Bareskrim Polri untuk terus mengusut tuntas kasus investasi bodong alat kesehatan (alkes).

Penulis: chaerul umam
Editor: Hasanudin Aco
Ist
Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Chaerul Umam

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua Komisi III DPR RI Fraksi Partai NasDem Ahmad Sahroni meminta Bareskrim Polri untuk terus mengusut tuntas kasus investasi bodong alat kesehatan (Alkes).

Untuk diketahui, Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dit Tipideksus) Bareskrim Polri menyampaikan total kerugian sementara dari kasus dugaan penipuan investasi terkait program suntik modal (sunmod) alkes itu senilai Rp 503.157.923.309.

"Dari awal kasus ini dilaporkan, kami di Komisi III sudah sangat memberikan perhatian karena kasus penipuannya yang tidak main-main. Selain itu, Bareskrim Polri juga sudah bergerak cepat dengan membuka posko laporan, tentu hal itu patut kita apresiasi. Sekarang juga sudah ada empat tersangka yang ditetapkan. Saya mewakili Komisi III akan pantau terus perkembangan kasus ini. Kita dukung sepenuhnya kepada Bareskrim untuk mengusut tuntas," kata Sahroni kepada wartawan, Senin (31/1/2022).

Baca juga: Bareskrim Jerat Tersangka Kasus Investasi Bodong Sunmod Alkes Dengan Tindak Pidana Pencucian Uang

Mengingat angka kerugiannya yang sangat besar, Sahroni juga mendorong Bareskrim agar menangkap seluruh oknum pelaku, tanpa pandang bulu.

"Kerugian ini sangat besar dan saya yakin, pelakunya tidak hanya yang sudah tertangkap saja. Karenanya, kami mendukung Bareskrim untuk meringkus kawanan pelaku sampai ke akar-akarnya, tanpa pandang bulu. Ini penting sebagai efek jera, agar orang tidak main-main dengan hukum," ujarnya.

Lebih lanjut, Sahroni juga meminta kepada Bareskrim untuk turut fokus ke bagaimana pengembalian kerugian kepada korban bisa berjalan dengan baik.

"Dikabarkan Bareskrim juga sudah melakukan penyitaan aset barang mewah milik tersangka berupa mobil hingga rumah. Kita harapkan secepatnya harus diusut tuntas, aliran dana dan asetnya. Sehingga mudah-mudaha banyak dana yang bisa diselamatkan dan dikembalikan ke korban," pungkasnya.
 

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved