Rabu, 27 Mei 2026

AS Gandeng Indonesia Selenggarakan Lokakarya 5G dan Konektivitas Digital

Amerika Serikat menggandeng Indonesia untuk menyelenggarakan serangkaian lokakarya tentang 5G dan konektivitas digital.

Tayang:
Penulis: Larasati Dyah Utami
Editor: Adi Suhendi
Tribunnews.com/ Larasati Dyah Utami
Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Sung Y Kim di webinar Hari Jadi ke-1 Telecom Infra Project (TIP), Rabu (2/2/2022) 

Laporan Wartawan Tribunnews, Larasati Dyah Utami

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTAAmerika Serikat (AS) lewat US Trade and Development Agency (USTDA) menggandeng Indonesia untuk menyelenggarakan serangkaian lokakarya tentang 5G dan konektivitas digital.

Hal ini disampaikan Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Sung Y Kim dalam webinar Hari Jadi ke-1 Telecom Infra Project (TIP), Rabu (2/2/2022)

Dubes Kim mengatakan melalui acara ini, para ahli akan bertukar informasi praktik terbaik tentang penyebaran jaringan generasi berikutnya, termasuk 5G dan OpenRan.

“AS adalah mitra berkomitmen bagi Indonesia dalam telekomunikasi dan infrastruktur digital. Faktanya, sebagai negara demokrasi terbesar kedua dan ketiga di dunia dan sebagai pusat ekspansi ekonomi digital, Amerika Serikat dan Indonesia adalah mitra alami di sektor ini,” kata Kim.

Kim mengatakan investor AS terus bermitra dengan pemerintah untuk mendukung program pengembangan kapasitas di bidang teknologi informasi dan keamanan siber.

Baca juga: Awas, Sektor-sektor Usaha Ini Sedang Diincar Penjahat Siber, Ini 6 Rekomendasi untuk Mencegahnya

Puluhan ribu pelajar Indonesia telah berpartisipasi dalam program pelatihan teknologi AS yang akan membantu menjembatani kesenjangan keterampilan digital Indonesia.

“Tema acara hari ini, Connectivity: Improvements in Rural and Urban Areas, tentu saja sangat tepat waktu karena kami terus memanfaatkan teknologi sebagai kendaraan menuju pemulihan ekonomi,” ujarnya.

Kim berujar konektivitas internet menjadi semakin penting bagi ekonomi modern dan pentingnya jaringan inklusif yang menjangkau semua komunitas, termasuk di pedesaan dan perkotaan.

Kendati membangun infrastruktur untuk menghubungkan setiap warga negara telah menjadi prioritas dan tantangan global.

Baca juga: Ancaman Serangan Hantu Siber Bikin Influencer dan Youtuber Kripto Was-was

Kim berharap melalui upaya yang benar-benar kolaboratif dan kemitraan, lab komunitas TIP mencari solusi untuk masalah konektivitas melalui pendekatan inovatif.

“Ketika institusi, sektor swasta, dan pemerintah bekerja sama, kita dapat memecahkan tantangan terbesar dunia, dan saat ini, kita perlu memastikan semua warga memiliki akses ke internet,” kata Kim.

Lab komunitas TIP Telkom University akan menguji dan memvalidasi teknologi baru yang akan menyediakan jaringan yang terbuka, dapat dioperasikan, dan berbasis standar.

Baca juga: OJK: Industri Keuangan Paling Banyak Mendapatkan Serangan Siber

Kim berujar, Lab sedang menjajaki pendekatan multi-vendor untuk telekomunikasi, seperti Open Radio Access Networks yang memberikan transparansi, fleksibilitas dalam desain, dan pilihan.

“Karena jaringan kami menyentuh setiap aspek kehidupan kami, termasuk infrastruktur penting kami, keamanan dan transparansi sangat penting, dan ketergantungan pada satu vendor berisiko,” kata Kim.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved