Sabtu, 25 April 2026

Gandeng Kampus, Pita Putih Indonesia Siap Dukung Program Percepatan Penurunan Stunting di Tanah Air

Lembaga swadaya Pita Putih Indonesia (PPI) menggandeng Universitas Fort De Kock untuk membantu percepatan penurunan stunting di Tanah Air.

Penulis: Wahyu Aji
Editor: Adi Suhendi
Istimewa
Lembaga swadaya Pita Putih Indonesia (PPI) menggandeng Universitas Fort De Kock, untuk membantu percepatan penurunan stunting di Tanah Air. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Lembaga swadaya Pita Putih Indonesia (PPI) menggandeng Universitas Fort De Kock untuk membantu percepatan penurunan stunting di Tanah Air.

Ketua Umum PPI, Giwo Rubianto Wiyogo menjelaskan, pihaknya mendorong semua wanita menyadari hak mereka atas kesehatan yang berkualitas.

“Permasalahan stunting bukan hanya mengenai tumbuh kembang badan anak, tetapi juga otak anak, yang juga berkaitan dengan produktivitasnya pada usia produktif,” ujar Giwo saat penandatanganan nota kesepahaman dengan Universitas FDK di Jakarta, Rabu (3/3/2022).

Menurutya, Pemerintah menargetkan angka stunting di Tanah Air menurun menjadi 14 persen pada 2024.

Target tersebut bisa tercapai dengan kerja sama yang baik dan juga kerja keras, gerak bersama dan membangun kepedulian seluruh unsur masyarakat dari tingkat nasional sampai ke akar rumput.

“Ini juga berarti bahwa harus ada perubahan norma dan perilaku masyarakat dalam menyikapi kejadian stunting di keluarganya,” ujarnya.

Baca juga: BKKBN: Jawa Timur Kontributor Utama dari Penurunan Stunting

Giwo menjelaskan tahun 2018, stunting berada pada angka 30,8 persen yang kemudian pada pengukuran berikutnya melalui SSGBI 2019 terlihat penurunan menjadi 27,67 persen.

Namun, dengan adanya pandemi Covid-19 angka ini diperkirakan naik kembali.

Giwo mengatakan, besarnya angka stunting akan mempengaruhi kualitas generasi penerus, akan mempengaruhi kualitas SDM generasi penerus.

PPI menggandeng Universitas Fort De Kock
Lembaga swadaya Pita Putih Indonesia (PPI) menggandeng Universitas Fort De Kock, untuk membantu percepatan penurunan stunting di Tanah Air.

PPI dan Universitas FDK secara bersama-sama menyatakan sepakat melakukan kerja sama terkait pengembangan kegiatan gerakan masyarakat untuk penurunan stunting 2021-2024.

“Ini merupakan upaya mendukung program pemerintah dalam percepatan penurunan stunting dan peningkatan kualitas SDM serta meningkatkan kesejahteraan keluarga,” ujar dia.

Baca juga: Kemendagri Dorong Pemerintah Daerah Lakukan Aksi Nyata Percepatan Penurunan Stunting

Sementara, Rektor Universitas FDK, Dr Evi Hasnita, mengatakan, pihaknya sebagai kampus yang fokus pada bidang kesehatan sangat menyambut baik kerja sama tersebut.

Kerja sama tersebut dilakukan melalui berbagai langkah diantaranya penyelamatan anak dalam 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) dari stunting dengan pemantauan dan dukungan untuk penanganan kasus gizi buruk, pencegahan stunting melalui kesehatan remaja, kesehatan calon pengantin, kesehatan ibu hamil dan balita, kesehatan bayi dua tahun, serta peningkatan pemberian ASI eksklusif. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved