Sabtu, 30 Agustus 2025

Kemendikbudristek: Industri yang Ikut Dalam Riset Terapan Bakal Dapat Matching Fund

Kemendikbudristek meluncurkan program Matching Fund Pendidikan Tinggi Vokasi untuk tahun 2022.

Istimewa
Direktur Pendidikan Tinggi Vokasi Kemendikbud Wikan Sakarinto. 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Fahdi Fahlevi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kemendikbudristek meluncurkan program Matching Fund Pendidikan Tinggi Vokasi untuk tahun 2022.

Matching Fund adalah program pendanaan Kemendikbudristek untuk penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI).

Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kemendikbudristek Wikan Sakarinto mengatakan Matching Fund adalah penerjemahan lanjut dari kebijakan link and match.

"Link and match ini mengajak industri maju ke depan untuk masak bersama, mulai dari bikin kurikulum, mengajar, melakukan project based learning, menyiapkan magang dari awal, merancang sertifikat kompetensi, melatih dosen dan guru mengenai perkembangan industri, dan melakukan riset terapan," ujar Wikan melalui keterangan tertulis, Selasa (8/3/2022).

Hal tersebut diungkapkan oleh Wikan dalam Sosialisasi Program Matching Fund Tahun 2022: Sinergi Pendidikan Vokasi Dan Industri Untuk Daya Saing Ekonomi.

Baca juga: Penuhi Kebutuhan Industri, Puluhan Putra Putri Papua Ikuti Program Vokasi PKT

Program link and match ini, kata Wikan, mempertemukan pendidikan vokasi sebagai pusat riset dengan DUDI sebagai pemilik modal dan juga pembentuk lapangan pekerjaan.

Sinergi yang dijalankan adalah kerja sama saling menguntungkan, dengan tujuan akhir adalah produk atau jasa yang bisa dijual atau digunakan oleh masyarakat.

Program Matching Fund hadir untuk memperkuat teaching factory dan riset terapan ini.

"Keikutsertaan dunia usaha dan dunia industri dalam riset terapan ini kita support dengan Matching Fund, mulai dari 1 banding 1 hingga 1 banding 2, atau 1 banding 3," ungkap Wikan.

"Artinya adalah setiap industri yang masuk dengan anggaran x rupiah untuk melakukan riset terapan bersama atau mendukung link and match di perguruan tinggi vokasi, maka kami akan berikan dana padanan atau matching fund sebesar x rupiah hingga maksimum 3x rupiah," tambah Wikan.

Kolaborasi pendidikan vokasi dan DUDI dalam teaching factory ini tidak hanya berdampak kepada dosen-dosen, tapi juga berdampak langsung kepada mahasiswa.

Pasalnya, mahasiswa dapat melakukan praktik langsung dan bersinggungan dengan dunia nyata.

“Kita menargetkan belasan ribu mahasiswa dapat terlibat dalam teaching factory itu,” ujar Wikan.

"Sehingga akan membentuk mahasiswa yang tidak hanya kuat dalam hard skill, tapi juga soft skill, leadership, karakter, serta memiliki jiwa kewirausahawan.”

Halaman
12
Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan