Menteri dan Direksi BUMN yang Gemar Impor Siap-siap Kena Reshuffle
Presiden Joko Widodo membuka opsi perombakan kabinet atau reshuffle bagi menteri yang tidak pro pada produk lokal.
Jokowi heran pengadaan kursi sampai laptop di sekolahan masih mau diimpor. Padahal, lanjut Presiden, industri lokal sudah sanggup memproduksi secara mandiri.
"Sudahlah jangan diterus-terusin," pinta Presiden.
Dia juga menyinggung beberapa kementerian dengan anggaran pengadaan barang dan jasa besar namun tidak terserap secara maksimal.
Jokowi menyebut Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Rp 92 triliun, Kementerian Pertahanan Rp 68 triliun, Polri Rp 56 triliun, dan Kementerian Kesehatan Rp 36 triliun.
"Ini yang gede-gede yang saya sebut, yang gede-gede aja," kata dia. Presiden juga mengingatkan pengadaan seragam dan sepatu dari instansi TNI/Polri yang juga dibeli dari luar.
"Padahal produksi untuk produk ini di dalam negeri ada di mana-mana. "Jangan diteruskan," tegas Presiden.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/presiden-joko-widodo-jokowi-di-bali-jumat-2532022.jpg)