Minggu, 31 Mei 2026

Ibadah Haji 2022

Kuota Haji Belum Diumumkan, Presiden Diminta Lobi Arab Saudi

mendesak Presiden Jokowi melalui menteri luar negeri dan menteri agama untuk melakukan upaya diplomasi untuk mempercepat pengumuman kuota untuk RI

Tayang:

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah Arab Saudi belum juga mengumumkan jatah kuota haji yang didapat negara-negara, termasuk Indonesia.

Padahal kini telah memasuki bulan Ramadan 1443 H dan tenggat waktu maksimal persiapan haji adalah pada awal Syawal. 

Partai Kebangkitan Bangsa pun mendesak Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk turun tangan, melalui jalur diplomasi menekan pemerintah Arab Saudi untuk cepat mengumumkan jatah kuota haji untuk masyarakat Indonesia.

Bila Saudi tak kunjung mengumumkan, persiapan bakal tidak optimal. 

Untuk mengantisipasi kekacauan itu Wakil Sekretaris Dewan Syuro DPP PKB, KH. Maman Imanulhaq mendesak Presiden Jokowi melalui menteri luar negeri dan menteri agama untuk melakukan upaya diplomasi untuk mempercepat pengumuman kuota untuk Indonesia. 

Disamping pemerintah, semua jalur komunikasi baik lewat DPR, Ormas dan tokoh masyarakat harus terus dilakukan agar kuota haji ada kepastian. 

" Kita tidak hanya bisa menunggu dan mendengar jawaban 'insya Allah.""

"Kita butuh kepastian berapa jumlah kuota."

"Presiden harus turun tangan. Semua harus perkuat desakan ini lewat jalur diplomasi dan komunikasi", tegas anggota Panja Haji komisi 8 DPR ini kepada Tribunnews.com, Senin (4/4/2022).

Kiai Maman juga mengusulkan untuk menambah masa tugas pejabat Kantor Urusan Haji.

Hal ini juga dilakukan mengingat masa transisi penyelenggaraan ibadah haji yang membutuhkan persiapan mendesak. 

"Buntut mundurnya pemberian kuota haji dari pemerintah Saudi membuat persiapan juga semakin minim. Oleh karenanya kita perlu memperpanjang masa tugas Pejabat Kantor Urusan Haji yang saat ini rencana sudah habis," kata Kiai Maman kepada media, Senin (4/4/2022). 

Molornya waktu persiapan memang bukan salah Kantor Urusan Haji, pasalnya saat ini pemerintah Saudi terlihat sedang melihat dan mengevaluasi penyelanggaran umrah Ramadhan sebagai bahan keputusan penyelenggaran haji dan jumlah kuota haji se dunia. 

Baca juga: Tim Panja BPIH Komisi VIII DPR RI Pastikan Layanan Kesehatan Jamaah Haji di Madinah

Kiai Maman melihat banyak pertimbangan yang dilakukan Saudi, setelah dua tahun pandemi baik sarana, prasarana, para pekerja di semua bidang termasuk evaluasi umrah Ramadhan saat ini yang hampir tidak ada prokes.  

" Memang kondisi saat ini adalah keadaan yang tak biasa. Lantaran pandemi membuat situasi serba berubah, Saudi hingga saat ini masih melakukan pembenahan dan evaluasi dengan memaksimalkan jamaah umrah", jelas Maman. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved