Kepala BKKBN: 12 Provinsi Jadi Sasaran Guna Kejar Penurunan Stunting 14 Persen di 2024
Pasalnya, Presiden Jokowi telah menginstruksikan bahwa di tahun 2024 mendatang, angka stunting harus turun hingga 14 persen.
Penulis:
Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor:
Malvyandie Haryadi
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fransiskus Adhiyuda
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepala Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dr Hasto Wardoyo mengaku telah menyiapkan roadmap soal percepatan penurunan stunting di Tanah Air.
Pasalnya, Presiden Jokowi telah menginstruksikan bahwa di tahun 2024 mendatang, angka stunting harus turun hingga 14 persen.
Untuk itu, pihaknya mentargetkan penurunan stunting sebesar 3 persen setiap tahunnya. Karena, saat ini angka stunting ada di 24,4 persen.
Hal itu disampaikan Hasto Wardoyo saat Rapat dengar Pendapat Umum dengan Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (5/4/2022).
"Presiden memberikan arahan 3 persen bahkan secara langsung tahun 2022 dibebakna atau ditargetkan 3 persen penurunan dari angka sekarang 24,4 persen," kata Hasto Wardoyo.
Baca juga: Kepala BKKBN: Banyak Orang Tua Beli Rokok Rp600 Ribu Perbulan Bisa, Tapi Beli Telur Tak Bisa
Sementara, pendekatan yang diambil dalam melakukan percepatan penurunan stunting dengan mengambil 5 provinisi yang memiliki jumlah penduduk besar.
Lalu, ditambah dengan 7 provinsi yang memang angka stunting masih cukup tinggi.
Oleh karena itu, 7 provinisi yang dimaksud yakni Nusa Tenggara Timur (NTT), Sulawesi Barat, Aceh, Nusa Tenggara Barat (NTB), Sulawesi Tenggara, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat.
Baca juga: Kata Kepala BKKBN Dokter Hasto: Konflik Dokter Terawan Versus IDI Ada Solusinya
"Ini menjadi targer untuk priorotas percepatan penurunan stunting ditambah dengan Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Sumatera Utara dengan pertimbangan penduduk besar," ucap Hasto.
Dengan 12 provinsi itu, kata Hasto, diharapkan target percepatan penurunan stunting bisa mencapai target di 2024, mendatang.
"Kita akan mempercepat (penurunan stunting,red) karena di 12 provinsi itulah baik kesenjangan terjadi sangat lebih besar maupun jumlah penduduk, secara otomatis jumlah stuntingnya tinggi," jelas Hasto.