BPOM: Hasil Uji Sampling Kinder Joy Keluar Minggu Ketiga April

Kepala Badan POM, Penny K. Lukito mengatakan pengujian sampling produk telah dilakukan pada Jumat pekan lalu.

Tribunnews.com/Rina Ayu
Kepala Badan POM, Penny K. Lukito saat konferensi pers di Jakarta, Kamis (14/4/2022). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Badan POM tengah menguji sampling produk coklat Kinder Joy di seluruh Indonesia.

Pengujian dilakukan untuk mengetahui apakah dalam produk tersebut mengandung bakteri salmonella.

Kepala Badan POM, Penny K. Lukito mengatakan pengujian sampling produk telah dilakukan pada Jumat pekan lalu dan hasilnya akan keluar pada Minggu ketiga April.

Untuk sementara produk tersebut ditarik dari peredaran.

"Hasilnya minggu ketiga April ini akan keluar. Nanti kalau memang dirasakan sampai itu tidak ada indikasi adanya kontaminasi tersebut, tidak ada sama sekali bakteri Salmonella di dalam sampel yang diuji, nanti akan diinformasikan kembali," ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (14/4/2022).

Baca juga: Awal Mula Penarikan Cokelat Kinder di Dunia Hingga BPOM Turut Bertindak

Penny mengungkapkan penghentian edar sementara produk tersebut dilakukan dengan prinsip kehati-hatian.

Ia memaparkan produk coklat Kinder yang dilaporkan mengandung Salmonella bukanlah yang berizin edar dari BPOM.

Produk tersebut merupakan produksi pabrik dari Belgia.

Sementara yang beredar di Indonesia merupakan produk yang berasa dari pabrik India.

"Jadi mungkin saja ada secara online karena hal itu bisa jadi dengan situasi masyarakat sekarang ada peredaran online. Tapi kalau yang secara resmi mendapatkan izin edar dari badan POM dan beredar secara resmi bukan yang berasal dari fasilitas produksi yang sama dengan di Belgia," terang dia.

Meski berbeda tempat produksi, Badan POM mengambil langkah untuk sementara menarik produk tersebut.

"Yang mendapatkan izin edar dari badan adalah produk yang diproduksi oleh India, tapi karena ini adalah produk untuk anak-anak, saya merasa kita harus berhati-hati," jelas perempuan berhijab ini.

"Walaupun fasilitas produksinya berbeda dari India untuk kehati-hatian tersebutlah tentunya kami melakukan penghentian sementara," sambung Penny.

  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved