Penyakit Mulut dan Kuku

Dalam Dua Pekan, Kasus PMK di Aceh Utara Terus Meningkat Tajam Tiap Harinya

Hasil rekap Petugas Kesehatan Hewan mencatat jumlah ternak yang terindikasi PMK mencapai 1.400 ekor, sampai Jumat (27/5/2022).

TRIBUNNEWS.COM, LHOKSUKON – Berdasarkan hasil rekap Petugas Kesehatan Hewan Dinas Perkebunan Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disbunnak dan Keswan) Aceh Utara, jumlah  ternak yang terindikasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Kabupaten Aceh Utara, terus meningkat tajam dalam dua pekan terakhir ini. 

Hasil rekap Petugas Kesehatan Hewan mencatat jumlah ternak yang terindikasi PMK mencapai 1.400 ekor, sampai Jumat (27/5/2022).

Dari jumlah itu, lima ekor di antaranya sudah diambil sampel oleh petugas Balai Veteriner Medan Kementerian Pertanian (Kementan RI. 

Hasil uji sampel ke lima ekor ternak milik warga Kecamatan Baktiya dan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara positif. 

Untuk diketahui kasus PMK pertama kali ditemukan di Aceh Utara pada 11 Mei 2022 di Desa Langkahan Kecamatan Langkahan oleh petugas setelah mendapat laporan dari masyarakat. 

Gejalanya luka di mulut dan kaki (kuku hampir lepas), tidak bisa makan dan kondisi sangat lemah. 

“Sudah mencapai 1.400 ekor ternak di Aceh Utara yang terindikasi PMK,” ujar Kepala Disbunnak dan Keswan Aceh Utara Ir Lilis Indriansyah MP melalui Sekretaris, Drh Muzakir kepada Serambinews.com, Minggu  (29/5/2022).

Baca juga: 2.600 Hewan Ternak di Sumatera Utara Positif Terjangkit Penyakit Mulut dan Kuku

Baca juga: Dalam Dua Hari Terakhir, Kasus PMK di Aceh Utara Meningkat Tajam

Dari jumlah itu, 1.075 ekor sapi dan sisanya, 325 ekor adalah kerbau. Jumlah terbanyak sapi yang terindikasi PMK di Kecamatan Cot Girek yaitu 326 ekor, Lhoksukon 278 ekor, Tanah Jambo Aye 195 ekor dan Kuta Makmur 91 ekor. 

Sedangkan untuk ternak terbanyak juga di Kecamatan Cot Girek mencapai 309 ekor dan di kecamatan Samudera 10 ekor.

Dari jumlah ternak sapi yang sudah sembuh sekarang sudah mencapai 201 ekor. 

“Yangg sembuh sudah banyak, jadi peternak tidak perlu panik. insyaallah bisa disembuhkan, yang penting bila ada gejalanya segera dilaporkan pada petugas peternakan kecamatan untuk ditangani,” kata Drh Muzakir. (*) 

Artikel ini telah tayang di SerambiNews.com dengan judul Kasus PMK di Aceh Utara Terus Meningkat Tajam Tiap Harinya 

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved