Bursa Capres
Ke Mana Suara Pendukung Jokowi akan Berlabuh pada Pilpres 2024: Ganjar atau Justru Prabowo Subianto?
Fenomena menarik tersebut karena penggerusan dukungan pemilih Presiden Joko Widodo terhadap Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo
Editor:
Malvyandie Haryadi
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Hasil survey Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) yang dipaparkan Jumat kemarin ada fenomena politik menarik.
Fenomena menarik tersebut karena penggerusan dukungan pemilih Presiden Joko Widodo terhadap Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sebagai calon presiden menurun dalam satu tahun terakhir.
Sebaliknya, dukungan pemilih Jokowi terhadap Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto trennya terus naik.
"Ini tentu fenomena menarik karena terjadi penggerusan dukungan pemilih Presiden Jokowi dari Pak Ganjar bergeser ke Pak Prabowo yang trennya terus meningkat," kata pengamat politik Arif Nurul Imam ketika dihubungi media, Minggu (5/6/2022).
Baca juga: Gerindra Segera Deklarasikan Prabowo Sebagai Capres 2024, Kami Sedang Mencari Waktu yang Tepat
Dikatakan Arif, temuan Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menyebutkan terjadi rivalitas perebutan dukungan pemilih Jokowi dimana meski Ganjar masih unggul, namun terus merosot.
Selama kurun Desember-Maret, Prabowo naik 4 persen sementara Ganjar turun 4 persen.
"Trend ini bisa dibaca bahwa persepsi pemilih pendukung Pak Jokowi mulai berpaling dari Ganjar ke Prabowo,"ujarnya.
Kemesraan Prabowo dengan Presiden Jokowi, kata Arif, boleh jadi membuat pemilih berpaling dan mendukung Prabowo.
Selain kemarin Lebaran sowan Jokowi, kehadiran Gibran ke Hambalang belajar naik kuda bersama Prabowo makin menguatkan kesan pada publik bahwa Prabowo memang dekat dengan Jokowi.
Selain itu, di sisi lain, lanjutnya, Ganjar Pranowo juga kena kritik bertubi-tubi dari elite PDIP yang menganggap kerjanya hanya pencitraan dan bermain medsos.
"Jadi wajar kalau trend pemilih pendukung Jokowi berpaling dari Ganjar dan kemudian akan mendukung Prabowo. Ini boleh jadi karena persepsi pemilih Jokowi menganggap Prabowo mampu menerjemahkan visi Jokowi serta kinerja sebagai Menhan dinilai baik," tukasnya.
Ganjar-Puan Masuk Bursa Capres 2024, Adian Napitupulu: Kami Ikut Perintah Bu Mega
Politikus PDI Perjuangan Adian Napitupulu mengomentari terkait pemilihan presiden (Pilpres) 2024 mendatang.
Adian mengatakan, terkait Pilpres 2024 semuanya tergantung keputusan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.
"Kalau PDIP semuanya ada di ketua umum. Kita akan ikut dan patuh pada keputusan ketua umum partai," kata Adian kepada Tribunnews.com di Kantor Tribun Bogor, Jawa barat, Jumat (3/6/2022).
Setidaknya ada dua nama kader PDIP yang digadang-gadang bakal jadi capres, yakni Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Ketua DPR RI Puan Maharani.
Terkait hal tersebut, Adian percaya bahwa Megawati memiliki pertimbangan yang sangat matang dan percaya terhadap apapun keputusan itu.
"Kan kita berbicara tentang republik, ketua umum punya pertimbangan-pertimbangan yang sangat matang mempertimbangkan segala macam aspek dan kita percaya itu," ungkap Adian.
Projo: Ganjar Belum Tentu Menang Pilpres 2024
Spekulasi dukungan Ormas Pro Jokowi (Projo) terhadap Ganjar Pranowo setelah Rakernas V di Magelang bulan lalu ditanggapi Bendahara Umum DPP PROJO Panel Barus dengan data politik nasional.
Panel menilai dukungan terhadap tokoh-tokoh yang belakangan moncer dalam survei Capres 2024 masih terlalu dini.
Maka anggapan bahwa pernyataan Presiden Joko Widodo dalam Rakernas V PROJO 2022 di Kawasan Candi Borobudur berpihak kepada Gubernur Jateng Ganjar Pranowo juga berlebihan.
Ia melihat elektabilitas tokoh-tokoh yang muncul saat ini tidak ada yang sekuat Jokowi saat itu.
Baca juga: Disebut Kurang Dukung Formula E, Ini Jawaban Jokowi
Elektabilitas Jokowi pada 2013 mencapai 44 persen, sedangkan elektabilitas tiga nama teratas menurut survei saat ini belum ada yang mampu menembus 30 persen.
Artinya, elektabilitas Anies Baswedan, Ganjar, Prabowo Subianto baru sekitar 70 persennya elektabilitas Jokowi di 2013.
"Dulu kami berpandangan bahwa Pak Jokowi dipasangkan dengan siapa pun akan menang. Namun kondisi Pilpres 2024 akan berbeda," kata Panel Barus dalam keterangannya, Sabtu (4/6/2022).
Ia kemudian menyampaikan empat variabel penting dalam Pipres 2024 yang perlu diperhatikan oleh masyarakat.
Panel mengatakan variabel pertama adalah koalisi partai apa saja yang muncul. Variabel kedua, siapa capres yang didukung.
Baca juga: Nonton Formula E di Sirkuit Ancol, AHY Terlihat Sangat Akrab dengan Anies
Variabel ketiga, siapa cawapresnya. Sedangkan variabel keempat adalah ke mana arah dukungan kelompok-kelompok relawan Jokowi.
"Dalam konteks itu belum tentu Ganjar menang di Pilpres 2024. Ojo kesusu (jangan terburu-buru) menyimpulkan," ujar Panel.
Panel menjelaskan faktor pemilihan cawapres tak bisa dinafikan.
Berdasarkan data 'bursa' cawapres saat ini, Projo melihat beberapa tokoh yang potensial, seperti Puan Maharani, Airlangga Hartarto, Erick Thohir, Jenderal Andika Perkasa, Khofifah Indar Parawansa, Ridwan Kamil, dan Jenderal Dudung Abdurachman.
Menurutnya,cawapres akan melengkapi kekurangan capres.
Kekurangan tersebut bisa saja partai pendukung, logisitik, karakteristik, dan ceruk pemilih.
Baca juga: Penuhi Undangan Gubernur DKI, Puan Ikut Saksikan Formula E
Projo melihat pentingnya upaya memastikan siapa duet yang paling dikehendaki oleh rakyat Indonesia jika melihat kekurangan dari sejumlah tokoh yang dijagokan dalam survei elektabilitas.
Sesuai arahan Presiden Jokowi dan hasil Rakernas V, Projo akan menggali pilihan masyarakat itu dengan mekanisme Musyawarah Rakyat yang akan diadakan mulai pertengahan tahun ini.
"Projo berpandangan bahwa Pak Jokowi menjadi standar kepemimpinan ke depan. Kualitas pemimpin selanjutnya tidak boleh jauh di bawah Pak Jokowi," kata Panel Barus.