Jumat, 22 Mei 2026

Menko PMK: Maksimalkan 1000 Hari Pertama Kehidupan untuk Cegah Stunting

Muhadjir Effendy mengatakan seribu hari awal kehidupan manusia merupakan usia emas, sangat penting untuk pencegahan stunting.

Tayang:
IST
Orasi ilmiah Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Prof. Muhadjir Effendy di acara Dies Natalis ke-55 Universitas Pancasila dan Wisuda Sarjana Semester Genap Tahun Akademik 2020/2021, Sabtu (23/10/2021). Muhadjir Effendy mengatakan seribu hari awal kehidupan manusia sangat penting untuk pencegahan stunting. Masa tersebut, menurut Muhadjir Effendy, merupakan usia emas manusia yang dapat menghasilkan manusia Indonesia berkualitas dan berdaya saing. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan seribu hari awal kehidupan manusia sangat penting untuk pencegahan stunting.

Pada masa tersebut, menurut Muhadjir Effendy, merupakan usia emas manusia yang dapat menghasilkan manusia Indonesia berkualitas dan berdaya saing.

"Seribu hari awal kehidupan sebagai usia emas manusia Indonesia. Oleh karena itu, marilah kita sungguh-sungguh mengentaskan stunting demi Indonesia jaya dan demi manusia Indonesia yang unggul di tahun 2045," ucap Muhadjir Effendy melalui keterangan tertulis, Kamis (7/7/2022).

Muhadjir Effendy mengatakan Pemerintah terus melakukan intervensi pada penanganan angka stunting.

Pemerintah telah membentuk Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) dan Tim Pendamping Keluarga (TPK) mulai dari tingkat provinsi hingga ke tingkat desa.

Presiden Joko Widodo telah menargetkan angka maksimum stunting di Indonesia pada tahun 2024 sebesar 14 persen.

"Stunting ini merupakan program super prioritas presiden karena beliau menargetkan angka stunting di tahun 2024 maksimum di angka 14 persen," kata Muhadjir. 

Baca juga: Hari Keluarga Nasional, BKKBN Kukuhkan KSAD Dudung jadi Duta Bapak Asuh Anak Stunting Indonesia

Untuk mencapai angka tersebut di tahun 2024, menurut Menko Muhadjir para TPPS dan TPK diharapkan berfokus pada seribu hari pertama kehidupan manusia.

Selain itu, dirinya mengajak seluruh masyarakat untuk berperan aktif dalam menurunkan angka stunting.

Seperti diketahui, Angka Prevalensi Stunting  pada balita di Indonesia menunjukan tren penurunan dari tahun 2013 sebesar 37,2 persen menjadi 24,4 persen pada tahun 2021.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved