Minggu, 31 Agustus 2025

Ahok Sempat Ingin Pindah ke Kanada karena Banyak Koruptor di Indonesia, Begini Cerita Lengkapnya

Ahok, sapaan akrabnya mengungkapkan, kala itu kondisi di Indonesia sedang tidak baik-baik saja, karena banyaknya koruptor

Tangkapan Layar/Rizki Sandi Saputra
Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dalam akun YouTube resminya @PanggilSayaBTP, Minggu (10/7/2022). 

Laporan Reporter Tribunnews.com, Rizki Sandi Saputra

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengutarakan kisahnya yang sempat pergi ke Kanada untuk meneruskan karir namun terhalang oleh restu sang ayah.

Ahok, sapaan akrabnya mengungkapkan, kala itu kondisi di Indonesia sedang tidak baik-baik saja, karena banyaknya koruptor.

"Waktu itu saya sempat mau pindah ke Kanada, karena korup, mau masukin barang juga ditekenkan, kontraktor juga begitu, saya mau pindah ke Kanadalah," kata Ahok dalam tayangan YouTube resminya @PanggilSayaBTP, dikutip Minggu (10/7/2022).

Dari rencana tersebut, Ahok mengaku mendapat penolakan dari sang Ayah.

Singkatnya, orang tuanya itu pengin kalau Ahok menjadi pemimpin di Indonesia.

Baca juga: Ahok Soal Sosok Pemimpin yang Antikorupsi : Jangan Pilih yang Kaya, Pilih yang Teruji Karakternya

"Bapak saya bilang kamu jangan pindah, rakyat butuh kamu, ya butuh kamu lah, kamu sudah sekolah tinggi di kampung aja dikerjain, gimana rakyat yang gak sekolah, terus saya bilang, muka minyak babi kaya kita, apa gunanya pak?" ucap Ahok .

Atas adanya penolakan itu, Ahok mengaku terlibat perdebatan dengan sang ayah karena tidak terima dirinya menyatakan hal demikian.

Hal itu dikarenakan Ahok merasa mustahil jika dirinya kelak akan menjadi seorang pemimpin di Indonesia.

Karena sadar posisinya sebagai anak, Ahok menyebut perdebatan itu tak berlangsung lama.

"Bapak saya marah, iya dong, kita kan cacatnya gampang banget nih, untuk neken saya kan dua aja kalau gak minyak babi ya Aseng asing China lah, kafirlah udah pokoknya percaya macem-macem lah"

"Tapi bapak saya bilang jangan, 'mamu percaya sama saya suatu hari kelak rakyat akan milih kamu untuk memperjuangkan hak mereka, kamu gaboleh pergi kamu harus stay di sini diem di sini' yaudah lah ngapain ribut sama bapak kan jadi saya diem," ungkapnya.

Tidak cukup di situ, Ahok juga menyatakan keinginannya untuk menjadi konglomerat atau pesohor ternama di tanah air dengan segudang harta.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir (kanan) didampingi Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), Basuki Tjahaja Purnama meninjau fasilitas ruangan anak Rumah Sakit Khusus Otak dan Jantung (RSKOJ) Pertamina Royal Biringkanaya usai meresmikannya, di Jalan Pajjaiang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (30/3/2022). Rumah sakit otak dan jantung yang memiliki luas bangunan 11.300 meter persegi ini menyediakan alat medis yang canggih dan memiliki kapasitas 80 kamar inap dengan 105 bed, 3 kamar ICU, kamar khusus perawatan intermediet (intermediate care), serta 3 kamar bedah sehingga total 130 bed. Erick Thohir berharap pelayanan Rumah Sakit Otak dan Jantung Pertamina di Makassar yang memiliki 60 dokter spesialis tersebut dapat dirasakan manfaatnya bagi masyarakat yang berada di Indonesia bagian timur. TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir (kanan) didampingi Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), Basuki Tjahaja Purnama meninjau fasilitas ruangan anak Rumah Sakit Khusus Otak dan Jantung (RSKOJ) Pertamina Royal Biringkanaya usai meresmikannya, di Jalan Pajjaiang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (30/3/2022). Rumah sakit otak dan jantung yang memiliki luas bangunan 11.300 meter persegi ini menyediakan alat medis yang canggih dan memiliki kapasitas 80 kamar inap dengan 105 bed, 3 kamar ICU, kamar khusus perawatan intermediet (intermediate care), serta 3 kamar bedah sehingga total 130 bed. Erick Thohir berharap pelayanan Rumah Sakit Otak dan Jantung Pertamina di Makassar yang memiliki 60 dokter spesialis tersebut dapat dirasakan manfaatnya bagi masyarakat yang berada di Indonesia bagian timur. TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR (TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR)

Sebab kata dia, jika seseorang sudah menjadi konglomerat maka, setiap kehendak bisa dilakukan.

"Itu pikiran saya nih, kalau saya jadi konglomerat saya bisa punya partai politik lalu saya bisa tentukan siapa yang mau saya angkat jadi bupati supaya kasih bantuan ke orang miskin yang membutuhkan pokoknya pelajar, pendidikan, kesehatan perumahan, Infrastruktur itu diatur, gua punya partai," kata Ahok.

"Tapi saya inget kalimat bapak saya waktu itu zaman reformasi, bapak saya belum meninggal di jamannya orde baru, mana ada yang nguasain partai secara mayoritas, partai juga bisa ribut masing-masing," tukasnya.

Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan