Polisi Tembak Polisi

Polri Klaim Dapatkan CCTV Kasus Kematian Brigadir J, Pengamat: Kalau Tidak Bisa Bantu Ungkap Percuma

Pengamat Bambang Rukminto bertanya-tanya apakah CCTV yang diklaim polisi tersebut bisa mengungkap kasus tewasnya Brigadir J secara terang benderang ?

Kloase Tribunnews.com/ Tribunjambi.com/ Danang Noprianto
Makam Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J dan Brigadir J semasa hidup. Polri mengklaim sudah memegang barang bukti CCTV yang merekam kasus tewasnya Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J. Pengamat Kepolisian dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Bambang Rukminto menyebut ini merupakan kabar baik dan kasus tewasnya Brigadir J.Namun, Bambang Rukminto bertanya-tanya apakah CCTV yang diklaim polisi tersebut bisa mengungkap kasus tewasnya Brigadir J secara terang benderang ? 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Polri mengklaim sudah memegang barang bukti CCTV yang merekam kasus tewasnya Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.

Terkait temuan CCTV itu, Pengamat Kepolisian dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Bambang Rukminto menyebut ini merupakan kabar baik dan kasus tewasnya Brigadir J.

Namun, Bambang Rukminto bertanya-tanya apakah CCTV yang diklaim polisi tersebut bisa mengungkap kasus tewasnya Brigadir J secara terang benderang ?

"Itu kabar baik. Hanya saja apakah dekoder CCTV itu bisa membantu pengungkapan kasus ini atau tidak? Kalau ternyata tidak, ya tidak ada gunanya," kata Bambang Rukminto saat dihubungi Tribunnews.com, Jumat (22/7/2022).

Dua pekan kasus ini bergulir, Bambang Rukminto menilai banyaknya kejanggalan-kejanggalan dalam proses penyidikannya.

"Makanya, CCTV tersebut benar CCTV saat kejadian atau baru, kita tidak tahu. Yang terpenting bagi masyarakat saat ini bagaimana polisi menyajikan fakta dan bukti-bukti yang logis," ungkapnya.

Untuk itu, Bambang Rukminto meminta kepada tim khusus bentukan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo untuk secara terbuka jika menemukan fakta-fakta secara objektif dan profesional.

"Bukti dan fakta-fakta tersebut penting untuk mengungkap siapa sebenarnya pembunug Brigadir J," jelasnya.

Klaim Pegang CCTV 

Sebelumnya, Polri menemukan rekaman closed circuit television (CCTV) baru yang terkait dengan misteri Brigadir Yoshua Hutabarat alias Brigadir J di Rumah Kadiv Propam Polri non-aktif Irjen Ferdy Sambo pada Jumat (8/7/2022) lalu.

Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadi menyebut, rekaman CCTV itu didapatkan dari sejumlah sumber yang dirahasiakan.

"Beberapa bukti baru CCTV, nah ini sedang proses di laboratorium forensik untuk kita lihat. Karena tentu ini kita peroleh, penyidik memperoleh dari beberapa sumber," ujar Andi Rian Djajadi di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (20/7/2022).

Ia menuturkan bahwa rekaman CCTV itu juga kini masih diteliti oleh tim laboratorium forensik.

Sebab, masih perlu ada yang disinkronisasikan terkait rekaman tersebut.

"Ada beberapa hal yang harus disinkronisasi-sinkronisasi, kaliberasi waktu. Kadang-kadang ada tiga CCTV di sana, di satu titik yang sama tapi waktunya bisa berbeda-beda. Nah tentunya ini harus melalui proses yang dijamin legalitasnya. Jadi bukan berdasarkan apa maunya penyidik, tapi berdasarkan data daripada CCTV itu sendiri," jelasnya.

Baca juga: Kompolnas: Temuan CCTV Jadi Kabar Baik untuk Ungkap Fakta Kasus Brigadir J

Ketika disinggung isi rekaman CCTV itu, Andi Rian Djajadi mengaku enggan untuk menjawabnya.

Dia bilang, rekaman CCTV itu masih dirahasiakan lantaran masuk ke dalam materi penyidikan.

"Terkait dengan CCTV juga tidak perlu kita jelaskan di sini karena itu materi penyidikan. Yang jelas saat ini sedang bersad di labfor untuk dilakukan proses-proses digital forensik di sana. Hasilnya juga nanti akan disampaikan oleh ahli kepada penyidik bukan kepada siapa-siapa," pungkasnya.

Sementara itu, Kadiv Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo menyebut bahwa rekaman CCTV tersebut disita dari sekitar Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang tak lain rumah Irjen Ferdy Sambo.

"Di sekitar TKP, di sepanjang jalan sekitar TKP," ujar Dedi Prasetyo saat dikonfirmasi, Kamis (21/7/2022).

Saat ini, bukti CCTV tersebut masih dilakukan pemeriksaan di Laboratorium Forensik (Labfor).

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved