Minggu, 31 Agustus 2025

Polisi Tembak Polisi

Komnas HAM Terapkan Dua Model Pemeriksaan Terhadap Ajudan Irjen Ferdy Sambo

Komnas HAM menyebut dua model yang dimaksud yakni pemeriksaan secara terpisah antara ajudan dengan ajudan lain serta pemeriksaan bersama.

Tribunnews.com/ Naufal Lanten
Komisioner Bidang Pemantauan dan Penyelidikan Komnas HAM RI M Choirul Anam memberikan keterangan pers di Kantor Komnas HAM, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (25/7/2022). Hari ini Choirul Anam menjelaskan soal pemeriksaan terhadap ajudan Irjen Ferdy Sambo. 

Laporan Reporter Tribunnews.com, Rizki Sandi Saputra

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) akan menerapkan dua model pemeriksaan terhadap aide de camp (ADC) atau ajudan pribadi Irjen Pol Ferdy Sambo dalam kasus baku tembak yang menewaskan Brigadir J.

Komisioner Komnas HAM Chairul Anam mengatakan dua model yang dimaksud yakni pemeriksaan secara terpisah antara ajudan dengan ajudan lain serta pemeriksaan bersama.

"Ada dua model yang akan kami lakukan. Memang pasti  (diperiksa) sendiri-sendiri dan ada yang satu tempat bersama karena kami ingin tahu detail apa yang terjadi, konteksnya apa dan sebagainya," kata Anam kepada awak media di Kantor Komnas HAM, Selasa (26/7/2022).

Baca juga: Ajudan Ferdy Sambo Tiba di Kantor Komnas HAM untuk Beri Keterangan Soal Tewasnya Brigadir J

Dengan menerapkan dua model tersebut maka nantinya Komnas HAM bisa mengetahui rangkaian peristiwa yang sebenarnya terjadi dalam insiden ini.

Sebab, kata Anam, ajudan pribadi Irjen Ferdy Sambo merupakan pihak paling penting yang mengetahui kejadian tersebut.

"Jadi ADC ini menjadi salah satu pilar utama dalam konstruksi peristiwa dan bagaimana melihat peristiwa kematian Brigadir J ini," ucap Anam.

Sebagai informasi, seluruh ajudan pribadi Irjen Ferdy Sambo saat ini tengah menjalani pemeriksaan di kantor Komnas HAM terkait insiden baku tembak yang terjadi di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo.

Pantauan Tribunnews.com di Komnas HAM, mereka tiba pukul 09.56 WIB, dan tampak tergesa-gesa ketika masuk ke dalam kantor Komnas HAM RI.

Mereka tampak mengenakan kemeja lengan pendek berwaran putih dan celana panjang berwarna krem.

Namun demikian, hingga saat ini belum diketahui apakah Bharada E ada di antara mereka.

Hingga saat ini Tribunnews.com masih berusaha mengkonfirmasi kepada pihak Komnas HAM RI perihal kehadiran Bharada E dalam agenda permintaan keterangan terkait insiden tewasnya Brigadir J tersebut.

Berdasarkan penjelasan awal polisi, Brigadir J diduga tewas usai  baku tembak dengan Bharada E di rumah irjen Ferdy Sambo pada 8 Juli 2022.

Menurut polisi, baku tembak itu dipicu oleh Brigadir J yang melakukan pelecehan dan pengancaman berupa penondongan senjata ke kepala istri Irjen Ferdy Sambo, PC.

Akibat baku tembak itu, Brigadir J pun meninggal dunia.

Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan