Hari Pramuka

Sejarah Hari Pramuka yang Diperingati Setiap Tanggal 14 Agustus

Peringatan Hari Pramuka tahun ini jatuh pada Minggu (14/8/2022), ini sejarah Hari Pramuka.

Penulis: Lanny Latifah
Editor: Sri Juliati
Surya/Ahmad Zaimul Haq
Atraksi Satuan Karya Pramuka usai Upacara Hari Pramuka ke-58 di halaman Gedung Grahadi, Kota Surabaya, Jawa Timur, Rabu (14/8/2019). Simak inilah sejarah Hari Pramuka yang diperingati pada tanggal 14 Agustus setiap tahunnya. 

TRIBUNNEWS.COM -  Berikut ini sejarah Hari Pramuka yang diperingati pada tanggal 14 Agustus setiap tahunnya.

Peringatan Hari Pramuka tahun ini jatuh pada Minggu, 14 Agustus 2022.

Kata Pramuka merupakan singkatan dari Praja Muda Karana, yang memiliki arti Jiwa Muda yang Suka Berkarya.

Sebelumnya, kata Pramuka diambil oleh Sultan Hamengkubuwono IX dari kata "Poromuko" yang berarti pasukan terdepan dalam perang.

Lambang Gerakan Pramuka adalah Tunas Kelapa.

Lantas, bagaimana sejarah Hari Pramuka?

Atraksi Satuan Karya Pramuka usai Upacara Hari Pramuka ke-58 di halaman Gedung Grahadi, Kota Surabaya, Jawa Timur, Rabu (14/8/2019). Upacara Hari Pramuka dipimpin oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa selaku Ketua Majelis Pembimbing Daerah Gerakan Pramuka (Kamabida) Jatim. Surya/Ahmad Zaimul Haq
Atraksi Satuan Karya Pramuka usai Upacara Hari Pramuka ke-58 di halaman Gedung Grahadi, Kota Surabaya, Jawa Timur, Rabu (14/8/2019). (Surya/Ahmad Zaimul Haq)

Baca juga: Arti Lambang Pramuka Tunas Kelapa, Berikut Sejarah Hari Pramuka 14 Agustus

Sejarah Hari Pramuka

Mengutip laman Kemdikbud.go.id, organisasi Pramuka di Indonesia ditandai dengan munculnya cabang milik Belanda dengan nama Nederlandesche Padvinders Organisatie (NPO) pada tahun 1912.

Kemudian pada 1916 berubah nama menjadi Nederlands Indische Padvinders Vereniging (NIVP).

Pada tahun yang sama, Mangkunegara VII membentuk Organisasi Kepanduan pertama Indonesia dengan nama Javaansche Padvinder Organisatie (JPO).

Lahirnya JPO memicu gerakan nasional lainnya untuk membuat organisasi sejenis pada saat itu diantaranya Hizbul Wahton (HM) pada 1918, JJP (Jong Java Padvinderij) pada 1923, Nationale Padvinders (NP), National Indonesische Padvinderij (NATIPIJ), Pandoe Pemoeda Sumatra (PPS) dan dan penyatuan organisasi pandu diawali dengan lahirnya INPO (Indonesische Padvinderij Organisatie) pada 1926.

Organisasi tersebut dibuat sebagai peleburan dua organisasi kepanduan yakni Nationale Padvinderij Organisatie (NPO) dan Jong Indonesische Padvinderij Organisatie (JIPO).

Baca juga: Hari Pramuka 14 Agustus, Ini Fakta Unik dan Kegiatan Seru Pramuka Zaman Dulu

Melihat semakin banyaknya organisasi pramuka milik Indonesia, Belanda melarang organisasi kepramukaan di luar milik Belanda mengguakan istilah Padvinder.

Oleh karena itu, KH Agus Salim memperkenalkan istilah “Pandu” atau “Kepanduan” untuk organisasi Kepramukaan milik Indonesia.

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved