Minggu, 31 Mei 2026

Pilpres 2024

Jokowi Dukung Prabowo di Pilpres 2024? Ini Penjelasan Projo

Projo mengungkap beberapa alasan sosok Prabowo menjadi capres terkuat di 2024 apalagi sudah pasti didukung Gerindra.

Tayang:
Penulis: Chaerul Umam
Editor: Hasanudin Aco
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowi Subianto (kedua kiri) memberi hormat kepada Presiden Joko Widodo (kanan) didampingi Menko Maritim Luhut Panjaitan (ketiga kiri) usai mengadakan pertemuan di kediaman Prabowo Subianto, Bogor, Jawa Barat, Senin (31/10/2016). Projo mengatakan terbuka kemungkinan Jokowi akan mendukung Prabowo di Pilpres 2024. 

"Kalau Projo tegak lurus ikut perintah Jokowi. Siapa pun yang didukung Pak Jokowi pasti kita dukung,"
jelasnya.

Musra Untuk Cari Capres

Budi Arie mengatakan, bahwa Presiden Jokowi tak ingin nama capres yang muncul pada Musyawarah
Rakyat Indonesia (Musra) di 34 provinsi bocor ke publik.

Budi Arie mengatakan pihaknya akan ikut arahan dan perintah Jokowi. Yakni, para relawan tak akan
membocorkan nama-nama capres ke publik.

"Nama-nama itu tidak akan diumumkan langsung setelah Musra di suatu kota, tetapi di kompilasi dan
diserahkan secara tertutup kepada Pak Jokowi," kata Budi.

Budi juga mengungkapkan, bahwa perintah Jokowi agar Musra tak digelar secara serentak di 34 provinsi.
Pasalnya, Jokowi tak ingin capres rekomendasi suatu daerah mempengaruhi pilihan daerah lain.

Budi pun memastikan, semua barisan relawan satu suara menjalankan perintah Jokowi.

"Dipastikan tidak akan bocor, hanya ke Pak Jokowi," ujarnya.

Diketahui, sejumlah organ relawan garis keras Presiden Joko Widodo (Jokowi) berkolaborasi
mengadakan Musyawarah Rakyat (Musra) Indonesia.

Musra Indonesia itu digelar untuk menjaring Calon presiden-Calon wakil presiden periode 2024-2029.

Musra Indonesia rencananya diadakan di 34 kota di 34 provinsi sampai awal Maret 2023.

Sebelumnya, Ketua Dewan Pengarah Musyawarah Rakyat (Musra) Indonesia Andi Gani Nena Wea
menegaskan, Musra adalah upaya melibatkatkan partisipasi publik seluas mungkin dalam mencari
pemimpin nasional.

"Musra Indonesia ini alat partisipasi publik, bukan sekedar alat dukung-mendukung tokoh yang ingin
nyapres di 2024," kata Andi Gani.

Andi Gani menjelaskan esensi demokrasi adalah partisipasi rakyat melalui mekanisme yang terbuka.

Rakyat melalui Musra akan dipersilakan bicara menyampaikan pemikiran dan keinginannya mengenai
pemimpin nasional ke depan.

Maka dia mempertanyakan jika ada pihak yang mempersoalkan partisipasi publik tersebut.

"Musra Indonesia tidak akan mengumumkan dukungan terhadap tokoh tertentu. Tapi nama-nama capres-
cawapres yang muncul akan kami umumkan pada waktu dan momentum yang tepat," jelas Andi Gani.

Penulis: Tribun Network/yuda/chaerul

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved