Rabu, 3 Juni 2026

Polisi Tembak Polisi

IPW Sebut Ada 'Geng Kejahatan' di Mabes Polri, Mahfud MD Bilang 'Ada Mabes di Dalam Mabes'

Kasus tewasnya Berigadir J di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo menguak sejumlah fakta mengenai Mabes Polri.

Tayang:
Editor: Hasanudin Aco
Tribunnews.com/Abdi Ryanda Shakti
Anggota Brimbob bersenjata lengkap berada di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Sabtu (6/8/2022). Mabes Polri kini dalam sorotan terkait kasus tewasnya Brigadir J di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -  Kasus tewasnya Brigadir J di rumah dinas Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo melebar ke mana-mana.

Bahkan Markas Besar atau Mabes Polri kini dalam sorotan.

Apalagi nyaris sebulan penembakan Brigadir J terjadi baru ditetapkan tersangka Bharada E.

Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso menyebut adanya potensi "Geng Penjahat" di instiusti Polri, Senin (8/8/2022).

Teguh meminta adanya penyelidikan terkait hal itu saat diwawancarai Kompas.TV dalam acara Sapa Indonesia Pagi.

Hingga kini, pemeriksaan Tim Inspektorat Khusus (Irsus) Polri atas kematian Brigadir J menyeret hingga 25 personel polisi.

Baca juga: 8 Pengakuan Terbaru Bharada E, Bantah Tembak Menembak dengan Brigadir J hingga Skenario Pembunuhan

Dari perwira tinggi, menengah hingga tamtama. 

Bagi Teguh, kasus ini telah menunjukkan adanya "satu solidaritas ngawur".

"Jadi tindakan pelanggaran kode etik ini terstruktur, masif dan sistematis," katanya.

Teguh lantas menjelaskan lebih lanjut, letak sistematisnya terletak pada penghilangan sepaket barang bukti.

Sementara itu, disebut terstruktur karena melibatkan "jenderal bintang dua, sampai pada tamtama."

Adapun disebut bahwa kasus Brigadir J ini masif karena melibatkan berbagai kesatuan.

"Jadi saya melihat sepertinya ada geng ini, dalam tanda kutip geng kejahatan di institusi kepolisian," tegas Teguh.

Ia lantas menjelaskan bahwa kini sedang Tim Khusus bentukan Kapolri meneliti 25 orang yang terseret dalam kasus, apakah termasuk dalam satgasus.

"Dan saya mendengar info, ada upaya perlawanan dari luar yang juga harus diteliti, diantisipasi oleh Polri. Mungkin masih ada keterlibatan pihak lain," imbuh Teguh.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved