Polisi Tembak Polisi

Surat untuk Keluarga Brigadir J, Perintah Membunuh hingga Bharada E Mengaku Lega dan Plong

Bharada E kini mengaku lega setelah mengungkap adanya perintah membunuh hingga surat untuk keluarga Brigadir J.

TRIBUNNEWS.com/IRWAN RISMAWAN
Bharada E saat mendatangi kantor Komnas HAM, Selasa (26/7/2022) (kiri) dan Irjen Ferdy Sambo saat menjalani pemeriksaan di Bareskrim Polri, Kamis (4/8/2022) (kanan).Bharada E tersangka kasus tewasnya Brigadir J kini mengaku lega dan plong. Ini setelah Bharada E membuat surat yang ditujukan untuk keluarga Brigadir J. Kemudian mengungkapkan adanya perintah yang diterima Bharada E untuk membunuh Brigadir J hingga terjadi baku tembak di rumah dinas Ferdy Sambo 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Bharada E tersangka kasus tewasnya Brigadir J kini mengaku lega dan plong.

Ini setelah Bharada E membuat surat yang ditujukan untuk keluarga Brigadir J.

Kemudian mengungkapkan adanya perintah yang diterima Bharada E untuk membunuh Brigadir J.

Padahal sebelumnya saat ditetapkan sebagai tersangka tewasnya Brigadir J oleh Tim Khusus Kapolri.

Kemudian dilanjutkan penahanan di Rutan Bareskrim Polri, Bharada E disebut kondisi fisiknya sehat.

Namun Bharada E terpukul, tidak siap secara mental harus mendekam di penjara.

Hal ini disampaikan oleh eks kuasa Hukum Bharada E, Andreas Nahot Silitonga yang kini telah mengundurkan diri.

Isi Surat Bharada E untuk Keluarga Brigadir J

Bharada Richard Eliezer alias Bharada E menuliskan surat kepada keluarga Brigadir Nofrianasyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.

Dalam surat tersebut, Bharada E mengucapkan belasungkawa atas kejadian meninggalnya Brigadir J.

Halaman
1234
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved