Mengenal Pencipta Lagu Indonesia Raya, Seorang Wartawan dan Punya Grup Band
Perjalanan W.R Supratman dalam menciptakan lagu Indonesia Raya, sempat dituduh Belanda hingga memberikan pesan terakhir sebelum meninggal
Namanya W.R Supratman semakin dikenal setelah lagu Indonesia dinyanyikan bersama pada kongres kedua Partai Nasional Indonesia (PNI), 18-20 Mei 1929.
Puncaknya pada 1930, saat itu pemerintah kolonial menyatakan bahwa lagu Indonesia Raya ini berbahaya karena telah menganggu ketertiban dan ketentraman umum, lagu itu juga dilarang untuk diperdengarkan di hadapan umum.
Baca juga: Apa Itu Malam Tirakatan Menyambut Hari Kemerdekaan? Tradisi Doa Bersama Menjelang 17 Agustus
Pada akhirnya WR Soepratman dipanggil oleh aparat Belanda, ia diinterogasi maksud dan tujuan menciptakan lagu Indonesia Raya karena menurut pemerintah kolonial lagu itu untuk menghasut rakyat agar melakukan pemberontakan terhadap pemerintah kolonial.
W.R Supratman membantah tuduhan itu, dan memberikan bukti-bukti kuat, akhirnya ia dilepaskan.
Sebelum meninggal pada 17 Agustus 1938, W.R Supratman memberi pesan terakhir yang berisi “Nasibkoe soedah begini inilah jang disoekai oleh pemerintah Hindia Belanda. Biarlah saja meninggal saja ikhlas. Saja toch soedah beramal, berdjoeang dengan carakoe, dengan bolakoe, saja jakin Indonesia pasti Merdeka”.
Lagu Indonesia Raya 3 Stanza
Dalam lirik lagu Indonesia Raya 3 Stanza ini bisa dilihat dari lirik stanza ketiga mengandung doa.
Ketika W.R Supratman menciptakan, tidak aa lirik 'Indonesia Raya' melainkan "Indonesia Mulia'.
Berikut lirik lagu Indonesia Raya 3 stanza dikutip dari kemdikbud.go.id:
Indonesia Raya
I
Indonesia tanah airku
Tanah tumpah darahku
Di sanalah aku berdiri
Jadi pandu ibuku
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/wr-supratman.jpg)