ALASAN Irjen Napoleon Bonaparte Minta Dibebaskan dalam Kasus Penganiayaan M Kece

Irjen Napoleon Bonaparte minta dibebaskan dari tuntutan jaksa, berikut ini alasannya.

Tribunnews.com/Fandi Permana
Irjen Napoleon Bonaparte di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (14/7/2022). Irjen Napoleon Bonaparte minta dibebaskan dari tuntutan jaksa, berikut ini alasannya. 

TRIBUNNEWS.COM - Irjen Napoleon Bonaparte minta dibebaskan dari tuntutan yang diajukan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Terdakwa kasus dugaan penganiayaan terhadap Muhammad Kece itu menyampaikan permohonan saat membacakan nota pembelaan atau pledoi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Adapun alasan Napoleon Bonaparte meminta dibebaskan karena menurutnya dakwaan jaksa tidak terbukti di dalam persidangan.

Sebagai informasi, vonis bebas dijatuhkan apabila hakim menyatakan dakwaan jaksa tidak terbukti secara sah dan meyakinkan.

“Menjatuhkan putusan bebas karena terdakwa tidak terbukti secara sah dan meyakinkan telah melakukan perbuatan sebagaimana pasal-pasal dalam Surat Dakwaan dan Surat Tuntutan Jaksa Penuntut Umum,” ujarnya di ruang sidang 4 PN Jaksel, Kamis (25/8/2022), dilansir Kompas.com.

Napoleon Bonaparte juga menyebut, dari delapan saksi yang berada di lokasi dugaan penganiayaan, yakni Rutan Bareskrim Mabes Polri, hanya Muhammad Kece yang menyatakan dirinya melakukan pemukulan.

“(Tujuh saksi lain) menyatakan hal yang tidak sejalan dengan apa yang disampaikan saksi Kece,” jelas Napoleon.

Sebut Surat Tuntutan JPU Keliru

Saat membacakan pledoi, Napoleon Bonaparte juga menanggapi tuntutan satu tahun penjara oleh JPU.

Ia menilai, surat tuntutan JPU terhadap dirinya keliru atau tidak tepat.

Menurut Napoleon, tuntutan itu tidak memenuhi syarat objektif maupun syarat subjektif.

"Tuntutan Jaksa Penuntut Umum tersebut keliru atau tidak tepat dan tidak memenuhi syarat objektif maupun syarat subjektif untuk menjatuhkan pidana," katanya, Kamis, seperti diberitakan Tribunnews.com.

Baca juga: Pledoi Napoleon Singgung Tuntutan Jaksa, Sebut Abai pada Psikologis Umat Islam Soal Penistaan Agama

Dengan demikian, tuntutan atas Pasal 351 KUHP Juntco Pasal 55 KUHP dengan ancaman 1 tahun penjara dinilainya mengada-ada.

Napoleon Bonaparte pun memohon agar majelis hakim membatalkan tuntutan satu tahun penjara dalam kasus ini.

Terdakwa kasus penganiayaan M Kece, Irjen Napoleon Bonaparte usai menjalani sidang pledoi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (25/8/2022). Napoleon Bonaparte meminta dibebaskan.
Terdakwa kasus penganiayaan M Kece, Irjen Napoleon Bonaparte usai menjalani sidang pledoi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (25/8/2022). Napoleon Bonaparte meminta dibebaskan. (Tribunnews.com/Fandi Permana)
Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved