Sejarah PSHT, Organisasi Silat di Indonesia yang Didirikan pada Tahun 1922

PSHT merupakan organisasi silat di Indonesia yang didirikan pada tahun 1922 di Madiun.

Editor: Wahyu Gilang Putranto
TRIBUN/HO
Pesilat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) memeragakan jurus saat mengikuti kegiatan Bumi Reog Berzikir 2018 dan Deklarasi Pemilu Damai di Alun-alun Ponorogo, Jawa Timur, Minggu (30/12/2018). Kegiatan yang diikuti 45.024 pesilat PSHT dari 307 desa dan kelurahan di Ponorogo tersebut dicatat dan mendapatkan piagam dari Lembaga Prestasi Indonesia Dunia (Leprid) sebagai rekor zikir dan gerakan kolosal pencak silat dengan peserta pendekar terbanyak. TRIBUNNEWS/HO 

TRIBUNNEWS.COM - Berikut sejarah Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT).

PSHT adalah organisasi silat di Indonesia yang didirikan pada tahun 1922 di Madiun.

Pendiri PSHT adalah Ki Hajar Hardjo Oetomo yang merupakan seorang pahlawan Perintis Kemerdekaan RI, dikutip dari laman resmi PSHT.

Awalnya PSHT didirikan dalam bentuk organisasi dan bernama Setia Hati Pemuda Sport Club (SH PSC).

Namun saat itu, organisasai tersebut dicurigai oleh Pemerintah Belanda.

Lantaran digunakan sebagai bentuk pergerakan perlawanan terhadap kolonial Belanda.

Pesilat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) memeragakan jurus saat mengikuti kegiatan Bumi Reog Berzikir 2018 dan Deklarasi Pemilu Damai di Alun-alun Ponorogo, Jawa Timur, Minggu (30/12/2018). Kegiatan yang diikuti 45.024 pesilat PSHT dari 307 desa dan kelurahan di Ponorogo tersebut dicatat dan mendapatkan piagam dari Lembaga Prestasi Indonesia Dunia (Leprid) sebagai rekor zikir dan gerakan kolosal pencak silat dengan peserta pendekar terbanyak. TRIBUNNEWS/HO
Pesilat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) memeragakan jurus saat mengikuti kegiatan Bumi Reog Berzikir 2018 dan Deklarasi Pemilu Damai di Alun-alun Ponorogo, Jawa Timur, Minggu (30/12/2018). Kegiatan yang diikuti 45.024 pesilat PSHT dari 307 desa dan kelurahan di Ponorogo tersebut dicatat dan mendapatkan piagam dari Lembaga Prestasi Indonesia Dunia (Leprid) sebagai rekor zikir dan gerakan kolosal pencak silat dengan peserta pendekar terbanyak. TRIBUNNEWS/HO (TRIBUN/HO)

Baca juga: Polisi Periksa 6 Saksi terkait Bentrok PSHT dan Warga Malang

Sehingga organisasi tersbut dibubarkan, dan Ki Hadjar Hardjo Oetomo diantarkan ke pembuangan di Jember, Cipinang dan Padangpanjang.

Perkembangan PSHT

Terdapat beberapa tokoh lain yang berperan penting dalam perkembangan PSHT.

Salah satunya adalah RM. Soetomo Mangkoedjojo yang merupakan murid Ki Hadjar Hardjo Oetomo pada 1942.

Saat itu, ia mengusulkan untuk mengganti nama SH PSC menjadi Setia Hati Terate sebagai organisasi persaudaraan.

Pada kongres pertama tahun 1948, nama Setia Hati Terate mulai diresmikan.

Kemudian ketua PSHT diganti menjadi M. Irsad karena RM. Soetomo Mangkoedjojo harus pindah tugas di Surabaya.

Saat diketuai oleh RM. Soetomo Mangkoedjojo, materi latihan PSHT menjadi bertambah, yaitu yaitu 90 senam, sebagian jurus, jurus belati dan jurus toya.

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved