Kapolri Tertawa Beberkan Ucapan Ferdy Sambo Saat Mengakui Kebohongannya

Ferdy Sambo akhirnya mengakui keterlibatannya dalam pembunuhan Brigadir J setelah dua hari dipatsuskan.

Editor: Willem Jonata
Kolase Tribunnews.com
Kapolri Listyo Sigit Prabowo dan Irjen Pol Ferdy Sambo. 

TRIBUNNEWS.COM - Ferdy Sambo sudah ditetapkan sebagai tersangka otak pembunuhan Brigadir J

Kapolri Listyo Sigit Prabowo tertawa usai membeberkan ucapan Ferdy Sambo saat mengakui kebohongannya, dalam wawancara khusus program Satu Meja seperti dikutip dari video di kanal Youtube Kompas TV.

Mulanya suami Putri Candrawathi itu, masih berkilah bahwa yang terjadi di rumah dinasnya saat menjabat Kadiv Propam Polri, Brigadir J tewas dalam baku tembak dengan Bharada E.

Tangkapan layar Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan jurnalis senior Kompas Budiman Tanuredjo dalam program Satu Meja di Kompas TV.
Tangkapan layar Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan jurnalis senior Kompas Budiman Tanuredjo dalam program Satu Meja di Kompas TV. (Youtube Kompas TV)

Bahkan ia tetap bersikeras bahwa aksi tembak-menembak di rumah dinasnya adalah fakta.

"Saat itu saya sudah sempat bertanya, seperti yang tadi saya sampaikan. Dia (Sambo) menyampaikan, dia bersumpah kan, beberapa kali saya tanyakan, termasuk terakhir saat Richard (bharada E) sudah berubah keterangannya, dia jelaskan dia masih tidak mau mengakui. sampai datang ke tempat saya, saya tanya sekali lagi, dia masih bertahan bahwa memang begitu faktanya kata dia," terang Kapolri

Namun, setelah dua hari dipatsuskan, Ferdy Sambo akhirnya mengakui keterlibatannya dalam pembunuhan tersebut.

Ia tak bisa lagi mengelak setelah bukti-bukti memang menunjukkan keterlibatannya.

"Jadi memang bahasa dia (Ferdy Sambo), 'namanya juga mencoba untuk bertahan," ujar Kapolri disusul tawa.

Polri berhasil mengungkap kasus kematian Brigadir J dan menetapkan lima tersangka, termasuk Ferdy Sambo dan Bharada E.

Baca juga: Bripka RR Cabut Keterangan Ikut Skenario Sambo, Kenapa Belum Ajukan sebagai JC? Ini Kata Kuasa Hukum

"Berkat kerja keras dari tim semuanya, termasuk bagaimana kita berusaha untuk membongkar kasus ini seterang-terangnya, ya alhamdulillah, semuanya kemudian bisa terungkap," lanjutnya. 

Kronologi pembunuhan Brigadir J di Duren Tiga

Dalam Program Satu Meja, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo juga mengungkapkan kronologi kejadian yang diceritakan Bharada E.

Sebelumnya, Bharada E sempat mengakui adanya peristiwa tembak menembak di rumah dinas atasannya, Ferdy Sambo

Namun, keterangan yang disampaikan Bharada E kepada Timsus itu berubah, menjadi peristiwa penembakan terhadap Brigadir J.

Halaman
123
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved