Minggu, 12 April 2026

Kemenko PMK: Pemda Berperan Penting Turunkan Stunting hingga 14 Persen di Tahun 2024

Pemerintah telah menargetkan angka prevalensi stunting dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional sebesar 14% di tahun 2024.

ist
Cegah Stunting Itu Penting. Pemerintah telah menargetkan angka prevalensi stunting dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional sebesar 14% di tahun 2024. Untuk mencapai target tersebut, Presiden pada Rapat Terbatas Percepatan Penurunan Stunting tanggal 11 Januari 2022 mengatakan prevalensi Stunting harus diturunkan sedikitnya 3% tahun 2022. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah telah menargetkan angka prevalensi stunting dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional sebesar 14 persen di tahun 2024.

Untuk mencapai target tersebut, Presiden pada Rapat Terbatas Percepatan Penurunan Stunting tanggal 11 Januari 2022 mengatakan prevalensi Stunting harus diturunkan sedikitnya 3% tahun 2022.

Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Kesehatan dan Pembangunan Kependudukan Kemenko PMK Agus Suprapto mengatakan peran Pemerintah Daerah sangat penting untuk memastikan pelaksanaan intervensi spesifik terhadap penurunan angka stunting.

"Peran aktif Pemerintah Daerah sangat dibutuhkan dalam memastikan pelaksanaan intervensi spesifik dapat berjalan dengan baik di masing-masing daerahnya," ujar Agus Suprapto melalui keterangan tertulis, Jumat (9/9/2022).

Pendampingan khusus diberikan kepada lima provinsi dengan jumlah kelompok risiko tinggi dan tujuh provinsi dengan prevalensi stunting tinggi. 

Penanganan di 12 provinsi dapat mencakup sekitar 60% sasaran tanpa mengesampingkan provinsi lain.

Langkah ini diharapkan mempunyai daya ungkit yang besar dalam upaya percepatan penurunan stunting tanpa mengesampingkan provinsi lainnya.

Baca juga: Disinggung Presiden Jokowi, Ini 12 Provinsi Prioritas Penurunan Angka Stunting

"Percepatan penurunan angka stunting harus dilakukan secara holistik, integratif, dan berkualitas," ucap Agus.

Seperti diketahui, angka prevalensi stunting di tingkat nasional berdasarkan Survei Status Gizi Balita mengalami penurunan sebesar 3.27%, yaitu dari 27.67% pada tahun 2019 menjadi 24,4% di tahun 2021. 
 

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved