Bursa Capres

Respons Sekjen Gerindra Sikapi Isu Jokowi Endorse Prabowo: Kalau Benar, Itu Support Tiada Tara

Ahmad Muzani angkat bicara soal munculnya isu Presiden Jokowi mempertimbangkan untuk mendukung Prabowo Subianto sebagai Capres 2024

Editor: Adi Suhendi
KOMPAS.com / Kristian Erdianto
Prabowo Subianto dan Presiden Jokowi. Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani angkat bicara soal munculnya isu Presiden Jokowi mempertimbangkan untuk mendukung Prabowo Subianto sebagai Capres 2024 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani angkat bicara soal munculnya isu Presiden Jokowi mempertimbangkan untuk mendukung Prabowo Subianto sebagai calon presiden (Capres) di 2024.

Menurut Ahmad Muzani bila isu tersebut benar, tentu saja menjadi dukungan yang luar biasa bagi partai Gerindra.

"Kalau kemudian ada dukungan dari presiden Joko Widodo, waduh itu kami sangat berbesar hati. Buat kami itu support yang tiada tara," kata Muzani dalam rilisnya Selasa (20/9/2022).

Bagi Gerindra, kata Ahmad Muzani, dukungan terhadap Prabowo dalam pencalonan presiden tahun 2024 dari siapa pun sangat diharapkan.

Apalagi, jika kemudian dukungan itu datang dari seorang presiden.

Baca juga: PKS Akan Usung Capres dengan Kriteria Nasionalis-Religius di 2024, Muncul Nama Prabowo hingga Ganjar

Saat disinggung perihal isu itu akan membuat kepercayaan diri bagi Gerindra untuk memenangkan Prabowo, Muzani pun tak menampik.

Akan tetapi, dia tak ingin terlalu percaya diri jika benar Jokowi mendukung Prabowo.

"Kalo betul. Tapi masalahnya, jangan-jangan kami yang geer, itu soalnya. Karena itu kami juga tidak mau Nggege Mongso, kami tidak mau ini hanya sesuatu yang bertepuk sebelah tangan. Karena itu ya, kalau itu betul Alhamdulillah, kami syukuri dan kami ikut berbangga hati," ujarnya.

Untuk diketahui, bursa Pemilihan Presiden (Pilpres) Indonesia tahun 2024 turut menyita perhatian negara tetangga Singapura.

Baca juga: Gerindra: Pak Prabowo Juga Mau Dijegal Lewat Baliho

Nama Menteri Pertahanan Prabowo Subianto pun disebut sebagai calon yang dipertimbangkan mendapat dukungan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Baru-baru ini surat kabar nasional Singapura, The Straits Times (ST) memberitakan panasnya persaingan menjelang pemilihan presiden di Indonesia dua tahun lagi. (*)

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved