Pemilu 2024

Setelah Anies, Giliran Prabowo Katanya Mau Dijegal Jadi Capres 2024, Ini Tanda-tandanya

Prabowo dan Anies diketahui dua capres dengan elektabilitas teratas seperti yang dipublikasikan sejumlah lembaga survei, selain Ganjar Pranowo.

Editor: Hasanudin Aco
Akhdi Martin Pratama
FOTO DOK./Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto saat mengunjungi kawasan Kampung Aquarium, Jakarta Utara, Sabtu (7/1/2017) didampingi Anies Baswedan. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -  Pekan lalu, Partai Demokrat menduga Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mau dijegal jadi calon presiden atau capres 2024.

Nah, hari ini giliran Partai Gerindra juga mengungkap adanya upaya penjegalan terhadap Ketua Umum Prabowo Subianto untuk maju sebagai calon presiden (capres) pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.

Prabowo dan Anies diketahui dua capres dengan elektabilitas teratas seperti yang dipublikasikan sejumlah lembaga survei, selain Ganjar Pranowo.

Baca juga: PKS Juga Dengar Ada yang Mau Jegal Anies Baswedan Maju di Pilpres 2024, Singgung Pemanggilan KPK

Ini Tanda Prabowo Mau Dijegal

Ketua Harian DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad mengungkap adanya upaya penjegalan terhadap Ketua Umum Prabowo Subianto untuk maju sebagai calon presiden (capres) pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.

Dia mengatakan, upaya penjegalan itu dilakukan melalui baliho-baliho yang terpasang di sejumlah wilayah.

Namun, Dasco tak membeberkan lebih detail isi atau gambar baliho yang dinilai menjatuhkan popularitas Prabowo itu.

"Pak Prabowo juga mau dijegal. Itu sekarang baliho di seluruh daerah masif, tapi balihonya membuat rating Pak Prabowo turun kok itu. Banyak," kata Dasco di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (20/9/2022).

Wakil Ketua DPR itu mengatakan baliho tersebut banyak berada di daerah pemilihan (dapil) dengan basis suara Partai Gerindra.

Diantaranya, di dapil Sumatera Barat, Aceh, Kalimantan Selatan, dan Madura.

Dasco menegaskan pihaknya sudah mengetahui keberadaan baliho-baliho tersebut.

Lebih jauh, dia menuturkan, pihaknya juga sudah mengetahui siapa pelaku pemasang baliho tersebut.

"Karena kan kalau secara masif, dia itukan mengorganisir orang banyak, dananya juga banyak. Ya kita tahu. Tapi ya sudahlah," beber Dasco.

Atas temuan ini, Partai Gerindra pun langsung bergerak untuk menurunkan baliho tersebut dan melaporkan ke pihak berwajib.

Halaman
123
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved