Mengenal Peringatan Hari Badak Sedunia 2022, Serta Cara Cegah dari Ancaman Perburuan
Mengenal peringatan Hari Badak Sedunia 2022, yang diperingati setiap tanggal 22 September, peningkatan kesadaran penyelamatan kelima spesies badak.
TRIBUNNEWS.COM - Berikut mengenal peringatan Hari Badak Sedunia 2022 yang jatuh pada Kamis (22/9/2022).
Hari Badak Sedunia diperingati setiap tanggal 22 September.
Peringatan Hari Badak Sedunia 2022 bertujuan untuk mengingatkan kesadaran atas penyelamatan kelima spesies badak.
Dikutip dari laman rhinos.org, peringatan ini juga bertujuan untuk mengingatkan untuk memberikan badak tempat untuk berkembang biak di alam liar.
Hari Badak Sedunia pertama kali diumumkan oleh World Wildlife (WWF)-Afrika Selatan pada tahun 2010.
Hal itu dilatarbelakangi dengan keprihatinan akan populasi badak yang menurun dengan cepat.
Baca juga: Penantian Panjang Rosa, Badak Sumatera Itu Lahirkan Anak di Taman Nasional Way Kambas
Karena pada saat itu kurang dari 30.000 badak tersisa di alam liar yang dulunya mencapai ratusan ribu.
Dikutip dari laman merazone.com, Peringatan hari badak sedunia memberikan kesempatan banyak pihak untuk bersatu mencari cara menghentikan perburuan badak.
Serta berupaya melestarikan spesies badak tertentu yang sangat terancam punah.
Tentu tujuannya agar generasi mendatang dapat melihat spesies badak.
Perburuan adalah masalah serius yang mengancam spesies badak di dunia.
Para pemburu seringkali hanya memburu culanya dan kulitnya yang diperdagangkan.
Perburuan cula dengan mengambil paksa dapat membuat badak mati atau tersiksa karenannya.
Indonesia adalah rumah bagi dua dari lima spesies badak yang tersisa seperti Badak Jawa dan Badak Sumatera.
Baca juga: Penantian Panjang Rosa, Badak Sumatera Itu Lahirkan Anak di Taman Nasional Way Kambas
Badak Jawa
Menurut laman rhinos.org, badak jawa diperkirakan hanya tinggal 76 ekor saja tahun 2022 ini.
Badak Jawa hanya ditemukan di Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) Indonesia.
Sepuluh tahun lalu jumlah badak Jawa kurang dari 50.
Populasi badak secara bertahap terus meningkat, dengan setidaknya satu anak badak baru tercatat setiap tahun sejak 2012.
Taman Nasional Ujung Kulon menjalankan program pemantauan badak yang komprehensif, melacak setiap individu badak Jawa.
Badak Jawa saat ini menghadapi peningkatan ancaman dari perburuan manusia di TNUK.
Populasinya juga terancam oleh keterbatasan habitat dan potensi bencana alam.
Organisasi badak internasional bekerjasama dengan pemerintah untuk meningkatkan jumlah habitat badak Jawa.
Hal itu bertujuan agar badak Jawa di Ujung Kulon sehingga populasinya dapat terus bertambah.
Badak Sumatera
Populasi Badak Sumatera diperkirakan jumlahnya hanyan tinggal 80 ekor saja pada tahun 2022 ini.
80 badak Sumatera saat ini bertahan hidup dalam populasi kecil di Taman Nasional Gunung Leuser dan Way Kambas Indonesia di pulau Sumatera dan beberapa hewan terisolasi menghuni Kalimantan Tengah.
Badak Sumatera hidup di habitat hutan hujan yang menyulitkan hewan usia berkembang biak untuk bertemu satu sama lain.
Masalah reproduksi biasanya terjadi jika betina tidak hamil.
Cara untuk membawa badak sumatera kembali dari ambang kepunahan adalah dengan mengkonsolidasikan populasi liar yang tersebar luas.
Serta memasukannya ke dalam fasilitas penangkaran yang dikelola di bawah rencana aksi darurat.
Cara untuk mencegah ancaman dari perburuan, dan hilangnya habitat badak.
1. Tetap waspada dengan aktivitas anti-perburuan liar
2. Bekerja dengan masyarakat lokal untuk memastikan mereka ikut serta dalam konservasi satwa liar
3. Meningkatkan penegakan hukum kejahatan satwa liar dan perjanjian internasional oleh pemerintah regional.
4. Mendorong kolaborasi internasional yang lebih efektif dalam penyelidikan untuk mengatasi seluruh rantai perdagangan satwa liar ilegal.
5. Berusaha memulihkan dan meningkatkan habitat badak dan mengembalikan badak ke habitat aslinya.
6. Mendukung kegiatan pemerintah, masyarakat, dan organisasi yang membantu perkembang biakan bagi badak.
(Tribunnews.com/Muhammad Alvian Fakka)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/badak-sumatera-lahir.jpg)