Mafindo Ungkap Cara Identifikasi Hoaks di Dunia Digital

Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) mengungkapkan cara mengidentifikasi hoaks yang tersebar di dunia digital.

Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Daryono
capture video
Ilustrasi - Mafindo mengungkapkan cara mengidentifikasi hoaks yang tersebar di dunia digital. 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Fahdi Fahlevi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) mengungkapkan cara mengidentifikasi hoaks yang tersebar di dunia digital.

Koordinator MAFINDO Wilayah Bali, Indria Trisni Puspita membeberkan materi mengenai hoaks secara mendasar.

Dalam Indria menjelaskan bahwa kita dapat mengakses beberapa situs untuk mengetahui fakta informasi yang tersebar di internet.

"Pencarian artikel dan keasliannya dapat dilakukan di beberapa situs," jelas Indria melalui keterangan tertulis, Rabu (21/9/2022).

Baca juga: Diagram Konsorsium 303 yang Viral Diklaim IPW Bukan Hoaks, Nama-nama Polisi yang Muncul Kena PTDH

Hal tersebut diungkapkan oleh Indria dalam Kelas Kebal Hoaks yang digelar Kemenkominfo bersama GNLD Siberkreasi dan Mafindo di Bali.

Sementara itu, Pemeriksa Fakta Mafindo Riza Dwi Maqruf menjelaskan pemanfaatan Google Lens untuk memverifikasi informasi dari media sosial.

"Selain menggunakan keywords terkait foto yang ingin dicari, kita bisa juga menggunakan Google Lens dengan cara buka aplikasinya kemudian arahkan kamera ke foto yang ingin dicari klasifikasinya," jelas Riza.

Kelas Kebal Hoaks bertujuan untuk membangun daya berpikir kritis masyarakat terhadap informasi yang tersebar di dunia maya.

Langkah ini dilakukan mengedukasi masyarakat dalam memeriksa fakta sebuah informasi dan terhindar dari berita hoaks.

Kepala Bidang Informasi Komunikasi Publik (IKP) Dinas Kominfo Provinsi Bali, I Ketut Swika menyampaikan bahwa upaya mencerdaskan masyarakat melalui literasi digital adalah tanggung jawab bersama,

"Usaha mencerdaskan masyarakat dalam memanfaatkan teknologi melalui literasi digital adalah tanggung jawab bersama dan tidak bisa dilaksanakan oleh pemerintah saja," kata I Ketut Swika.

Baca juga: Tepis Hoaks Sudah Nikah, Cita Citata Unggah Foto dengan Didi Mahardika : Banyak Orang Dzalim

Kelas Kebal Hoaks merupakan bagian rangkaian kegiatan dalam program Indonesia Makin Cakap Digital dengan target 50 juta orang masyarakat Indonesia mendapatkan literasi di bidang digital hingga tahun 2024.(*)

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved