Peringati Hari Ozon Sedunia, BMI Ajak Lakukan Aksi Nyata Atasi Perubahan Iklim

Allana sepakat pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menyebut perubahan iklim merupakan tantangan nyata bagi semua pihak.

Penulis: Adi Suhendi
Editor: Hasanudin Aco
Ist
DPP BMI menggelar kegiatan bertema Merawat Pertiwi dalam rangka memperingati Hari Ozon Sedunia (World Ozon Day) di Pulau Payung, Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, Sabtu (24/9/2022). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - DPP Banteng Muda Indonesia (BMI), organisasi sayap PDI Perjuangan mengajak semua pihak untuk lebih peduli terhadap upaya melindungi lapisan ozon dan mencegah dampak perubahan iklim.

Sebagai wujud nyata menjaga kelestarian bumi, DPP BMI menggelar kegiatan bertema Merawat Pertiwi dalam rangka memperingati Hari Ozon Sedunia (World Ozon Day) yang jatuh pada 16 September.

Kegiatan dalam bentuk bersih-bersih pantai, pelepasan tukik, penanaman dan transplantasi terumbu karang, penanaman mangrove, serta pengibaran bendera di bawah laut tersebut digelar di Pulau Payung, Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, Sabtu (24/9/2022).

Baca juga: Hari Ozon Sedunia 2022, Kementerian Ketenagakerjaan Target Cetak 1.000 Teknisi AC Ramah Lingkungan

Ketua Bidang Kehutanan dan Lingkungan Hidup DPP BMI Allana Abdullah mengungkap bila acara tersebut sesuai instruksi Ketua Umum DPP BMI Mochamad Herviano agar pihaknya bergotong royong mebuat program yang bersifat menjaga kelestarian bumi.

"Kami dari BMI mengajak semua pihak untuk proaktif memulihkan lapisan ozon dan mencegah pemanasan global, antara lain dengan mentaati ketentuan Protokol Montreal, meningkatkan efisiensi energi, dan menciptakan teknologi yang ramah ozon dan ramah iklim,” ucap Allana dalam keterangan yang diterima.

Protokol Montreal adalah sebuah traktat internasional dirancang untuk melindungi lapisan ozon dengan meniadakan produksi sejumlah zat, yang diyakini bertanggung jawab atas berkurangnya lapisan ozon atau bahan perusak ozon (BPO) seperti Hydrofluorocarbon (HFC).

Menurut Allana, bakti sosial ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan hidup.

Ia berharap, kegiatan Merawat Pertiwi dapat menggugah generasi muda untuk mengambil langkah yang sama terlebih Indonesia sebagai negara maritim yang dikenal memiliki lebih dari 17 ribu pulau.

“Sebagai negara kepulauan, kita sangat concern isu perubahan iklim dengan kenaikan suhu bumi, karena akan berpengaruh langsung sangat luas dan multisektoral pada kita, antara lain bencana alam dan ketahanan pangan,” sambungnya.

Allana sepakat pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menyebut perubahan iklim merupakan tantangan nyata bagi semua pihak.

Perubahan iklim merupakan ancaman besar bagi kemakmuran dan pembangunan global.

Untuk itu, solidaritas, kemitraan, kerja sama, dan kolaborasi global merupakan kunci untuk mengatasi masalah perubahan iklim.

Saat berbicara pada KTT Pemimpin Dunia tentang Perubahan Iklim atau COP26 pada awal November 2021 lalu, Presiden Jokowi menjelaskan bahwa dengan potensi alam yang begitu besar, Indonesia terus berkontribusi dalam penanganan perubahan iklim.

Mengutip World Meteorological Organization, perubahan iklim dan dampaknya pada 2021 semakin memburuk.

Halaman
12
  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved