Rabu, 13 Mei 2026

Profil dan Sosok

SOSOK Ade Irma Suryani, Putri Jenderal AH Nasution, Korban Penembakan G30S

Sosok Ade Irma Suryani, putri Jenderal AH Nasution. Ade Irma menjadi korban penembakan G30S pada tanggal 1 Oktober 1965 di pagi buta.

Tayang:
Editor: Siti Nurjannah Wulandari
KOMPAS.COM/Wienda Putri Novianty
Foto Ade Irma Suryani Nasution di Museum DR A.H. Nasution, Jakarta, Selasa (26/9/2017) 

Saat G30S menerobos ke rumah Jenderal AH Nasution, Ade Irma Suryani sedang tidur bersama AH Nasution dan ibunya, Johana Sunarti Nasution.

AH Nasution dan istri terbangun pada pukul 03.30 WIB karena nyamuk.

Namun, mereka tiba-tiba mendengar suara kendaraan yang datang, yang disusul dengan tembakan serta pintu rumah dibuka paksa.

Johana Sunarti Nasution sempat mengecek apa yang terjadi.

Namun, Johana langsung kembali ke kamar dan mengunci pintu.

"...ada Cakrabirawa, kamu jangan keluar," kata Johana.

Ade Irma Suryani ikut terbangun dan memeluk kaki ibunya.

AH Nasution lalu mencoba membuka pintu meski sempat ditahan istrinya.

Ketika berada di depan pintu, ia melihat seorang prajurit yang langsung melepaskan tembakan.

Baca juga: Tujuan G30S 1965, Upaya Kudeta dan Gugurnya 10 Pahlawan Revolusi di Jakarta dan Yogyakarta

Tertembaknya Ade Irma Suryani

Ade Irma Suryani
Ade Irma Suryani (Kolase Tribun Jabar/Facebook Museum of Jenderal Besar Dr. AH. Nasution)

Saat itu, Johanna Sunarti mencoba melindungi AH Nasution.

Sehingga, ia menyerahkan Ade Irma Suryani kepada adik iparnya.

Adik AH Nasution, Mardiah berusaha menyelamatkan Ade Irma Suryani dengan menggendongnya ke kamar lain saat mendengar kegaduhan.

Karena panik, Mardiah salah membuka pintu dan diberondong tembakan pasukan Cakrabirawa.

Peluru tersebut mengenai punggung Ade Irma Suryani.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved