Kasus Lukas Enembe

Lukas Enembe Ngaku Stroke, Dokter Diagnosa Terdapat Masalah di Jantung saat Berobat ke Singapura

Seluruh keluarga berusaha menjaga Lukas Enembe agar tidak mengalami stroke untuk yang kelima kalinya.

(Tangkap layar akun Youtube Kompas TV)
Potret terbaru Lukas Enembe, Tersangka kasus dugaan gratifikasi Rp 1 miliar, dirinya mengaku stroke dan sakit jantung 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tersangka korupsi dugaan suap dan gratifikasi senilai Rp1 miliar, Gubernur Papua Lukas Enembe mengaku sakit stroke sehingga tidak dapat menghadiri panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Ungkapan penyakit tersebut, disampaikan Lukas Enembe saat dirinya mengundang awak media ke rumah pribadinya di Koya Tengah, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, Papua.

Setelah berjalan kaki sekitar 400 meter dari depan gerbang, bangunan utama rumah utama Lukas Enembe pun terlihat.

Baca juga: Komnas HAM Mengaku Berangkat ke Rumah Gubernur Papua Lukas Enembe Karena Diundang

Gubernur Papua sedang duduk di teras bersama beberapa keluarga yang selama ini menjaganya.

Dengan suara berat, Lukas sempat berbicara kepada media sedang sakit. "Ini stroke, bukan main-main," kata Lukas di kediamannya, yang dikutip dari Kompas.com, Sabtu (1/10/2022).

Lukas mengaku, selama ini melakukan pengobatan ke Singapura. Dokter di Singapura, kata dia, mendiagnosanya menderita masalah jantung.

"Dokter Singapura yang temukan jantung saya kotor, bertahun-tahun sakit terus sampai dioperasi," ujar Lukas.

Salah satu keluarga yang merawat Lukas Enembe selama tiga tahun terakhir, Wawan mengatakan, kondisi Gubernur Papua itu benar-benar sakit.

Lukas tidak bisa berdiri dalam waktu lama dan harus dibantu orang lain.

"Sejak stroke yang keempat kali ini memang sakitnya bukan main-main, mau tidur tidak bisa, mau bangun mau jalan tidak bisa, (harus) angkat dia ke kamar mandi," tuturnya.

Wawan mengungkapkan, seluruh keluarga berusaha menjaga Lukas Enembe agar tidak mengalami stroke untuk yang kelima kalinya. "Bapak kalau bicara terus nanti tensi naik kembali," kata dia. S

ebagai informasi, Lukas Enembe telah ditetapkan sebagai tersangka kasus gratifikasi senilai Rp 1 miliar sejak 5 September 2022.

Selain dicekal ke luar negeri, beberapa rekening sebesar Rp 71 miliar yang diduga terkait dengan Lukas Enembe telah diblokir oleh PPATK.

KPK telah memanggil Lukas Enembe sebagai tersangka pada 12 September, tetapi Lukas tidak hadir karena sakit.

Baca juga: KONDISI Lukas Enembe Terkini, Alami Susah Bicara dan Tak Bisa Berdiri Lama: Jantung Diperbaiki

Kemudian KPK telah mengirim surat panggilan kedua kepada Lukas Enembe agar yang bersangkutan hadir untuk diperiksa di Gedung Merah Putih, Jakarta, pada 25 September 2022.

Namun, ia kembali tak hadir karena alasan kesehatan. Pihak Lukas Enembe juga sudah mengajukan permohonan agar KPK memberikan izin kepada yang bersangkutan untuk berobat ke Singapura. (Dhias Suwandi/Kompas.com).

Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved