Sabtu, 30 Agustus 2025

Cara Mengatasi Jika Terkena Gas Air Mata, Berikut Gejala yang Dialami

Gas air mata menyebabkan iritasi kulit, pernapasan, dan mata. Berikut cara mengatasi jika terkena gas air mata beserta gejala yang dialami.

KOMPAS.com/SUCI RAHAYU
Suasana di area Stadion Kanjuruhan Kepanjen, Kabupaten Malang, seusai kericuhan penonton yang terjadi seusai laga pekan ke-11 Liga 1 2022-2023 bertajuk derbi Jawa Timur, Arema FC vs Persebaya Surabaya, Sabtu (1/10/2022) malam. - Simak cara mengatasi jika terkena gas air mata beserta gejala yang dirasakan. 

TRIBUNNEWS.COM - Simak cara mengatasi jika terkena gas air mata di artikel berikut ini.

Gas air mata menjadi salah satu senjata kimia yang sering sekali digunakan untuk melawan musuh, atau pun melawan penjahat dalam keadaan berbahaya.

Biasanya, gas air mata berbentuk seperti peluru dan ditembakkan melalui pistol pelontar.

Setelah ditembakkan dan jatuh, gas air mata akan mengeluarkan asap tebal berwarna putih.

Jika manusia terkena asap ini, maka secara langsung organ tubuh seperti mata, hidung, dan mulut akan bereaksi.

Mengutip Healthline, gas air mata berisi kumpulan bahan kimia yang menyebabkan iritasi kulit, pernapasan, dan mata.

Baca juga: Mengenal Gas Air Mata: Efek dan Pertolongan Pertama Saat Terkena

Bahan ini biasanya digunakan dari tabung, granat, atau semprotan bertekanan.

Terlepas dari namanya, gas air mata bukanlah gas.

Ini adalah bubuk bertekanan yang menciptakan asap saat digunakan.

Bentuk gas air mata yang paling umum digunakan adalah 2-chlorobenzalmalononitrile (gas CS).

Lantas, apa cara untuk mengatasi jika terkena gas air mata?

Tidak ada obat penawar untuk gas air mata.

Jadi pengobatan bergantung pada gejala yang dialami setiap individu.

Menurut Centers for Disease Control and Prevention, kita harus segera menjauh dari sumber gas air mata setelah terpapar dan mencari udara segar.

Uap dari gas air mata mengendap di tanah, jadi sebaiknya mencari tempat yang tinggi jika memungkinkan.

Aparat kepolisian menembakkan gas air mata ke arah massa aksi saat demonstrasi di Gambir, Jakarta, Selasa (13/10/2020). Demonstrasi penolakan UU Cipta Kerja berakhir ricuh. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Aparat kepolisian menembakkan gas air mata ke arah massa aksi saat demonstrasi di Gambir, Jakarta, Selasa (13/10/2020). Demonstrasi penolakan UU Cipta Kerja berakhir ricuh. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)
Halaman
123
Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan