Jumat, 29 Agustus 2025

Contoh Teks Khutbah Jumat: Mengenal Nabi Muhammad Membuatmu Semakin Mencintainya

Berikut adalah contoh teks khutbah Jumat berjudul "Mengenal Nabi Muhammad Membuatmu Semakin Mencintainya".

Penulis: Widya Lisfianti
Editor: Daryono
Freepik
Ilustrasi - Berikut adalah contoh teks khutbah Jumat berjudul "Mengenal Nabi Muhammad Membuatmu Semakin Mencintainya". 

TRIBUNNEWS.COM - Berikut adalah contoh teks khutbah Jumat berjudul "Mengenal Nabi Muhammad Membuatmu Semakin Mencintainya".

Contoh khutbah Jumat ini dikutip dari mtsn1polman.sch.id.

Khutbah Pertama:

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ خَلَقَ فَسَوَى، وَالَّذِيْ قَدَّرَ فَهَدَى، وَالَّذِيْ أَخْرَجَ المَرْعَى، فَجَعَلَهُ غُثَاءً أَحْوَى، رَبِّ كُلِّ شَيْءٍ وَمَلِيْكِهِ وَمُدَبِّرِهِ وَمُصَرِّفِهِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ، وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَلَا نِدَّ وَلَا شَبِيْهَ وَلَا نَظِيْرَ وَلَا مَثِيْلَ، وَهُوَ السَّمِيْعُ البَصِيْرُ.

وَأَشْهَدُ أَنَّ محمداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، أَرْسَلَهُ بَيْنَ يَدَيَّ السَّاعَةِ بِالْحَقِّ لِيَكُوْنَ رَحْمَةً لِلْعَالَمِيْنَ، وَهِدَايَةً لِلْغَاوِيْنَ، وَحُجَّةً عَلَى المُعَانِدِيْنَ، فَصَلَّى اللهُ وَسَلَّمَ وَبَارَكَ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِ بَيْتِهِ وَأَصْحَابِهِ المَيَامِيْنِ، وَعَلى المُقْتَدِيْنَ بِهِ وَبِهِمْ إِلَى يَوْمِ الجَزَاءِ وَالمَصِيْرِ.
أَمَّا بَعْدُ،:

Ibadallah,

Khotib mewasiatkan kepada diri khotib sendiri dan jamaah sekalian agar senantiasa bertakwa kepada Allah Ta’ala. Karena hanya orang bertakwa saja yang akan sukses di dunia dan akhirat.

Baca juga: Contoh Teks Khutbah Jumat Singkat: 4 Hal yang Harus Ada pada Diri Manusia

Ibadallah,

Di hari Jumat ini kita dianjurkan untuk memperbanyak shalawat kepada Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Di antara hikmah yang bisa kita petik dari syariat ini adalah agar kita senantiasa teringat dengan kekasih hati kita Muhammad bin Abdullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Karena kita sering menyebutnya. Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan, “Tatkala seseorang semakin banyak menyebut seseorang yang dia cintai dan menghadirkannya dalam hatinya, mengingat-ingat kebaikan-kebaikannya, pastilah akan bertambah-tambah rasa cintanya kepada orang yang dia cintai itu. Dan bertambah pula rasa rindu untuk berjumpa dengannya.”

Namun, ingatan kita dan kenangan kita terhadap Nabi kita itu kualitasnya tergantung pada pengenalan seseorang kepada beliau. Semakin mengenalnya, semakin berkualitas perenungannya. Dan semakin besar pula rasa cinta dan rindunya. Adapun orang yang tidak memiliki bekal pengenalan terhadap beliau, akan hambar bahkan hampa perenungan mereka. Demikian juga akan rendah kualitas shalawat mereka.

Ibadallah,

Pengenalan kita terhadap Nabi Muhammad adalah sesuatu yang sangat penting. Terlebih di zaman sekarang, dimana banyak orang sedikit menaruh hormat kepada beliau dengan penghormatan yang selayaknya. Bahkan di antara mereka orang-orang kafir berani terang-terangan melecehkan beliau.

Ali bin Abu Thalib radhiallahu ‘anhu menceritakan kepada kita bagaimana fisik Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kata Ali radhiallahu ‘anhu,

لَمْ يَكُنْ رَسُولُ اللَّهِ بِالطَّوِيلِ الْمُمَّغِطِ ، وَلَا بِالْقَصِيرِ الْمُتَرَدِّدِ ، وَكَانَ رَبْعَةً مِنَ الْقَوْمِ ، لَمْ يَكُنْ بِالْجَعْدِ الْقَطَطِ ، وَلَا بِالسَّبْطِ ، كَانَ جَعْدًا رَجِلًا ، وَلَمْ يَكُنْ بِالْمُطَهَّمِ وَلَا بِالْمُكَلْثَمِ ، وَكَانَ فِي وَجْهِهِ تَدْوِيرٌ أَبْيَضُ مُشَرَبٌ ، أَدْعَجُ الْعَيْنَيْنِ ، أَهْدَبُ الْأَشْفَارِ ، جَلِيلُ الْمُشَاشِ وَالْكَتَدِ ، أَجْرَدُ ذُو مَسْرُبَةٍ ، شَثْنُ الْكَفَّيْنِ وَالْقَدَمَيْنِ ، إِذَا مَشَى تَقَلَّعَ كَأَنَّمَا يَنْحَطُّ فِي صَبَبٍ ، وَإِذَا الْتَفَتَ الْتَفَتَ مَعًا ، بَيْنَ كَتِفَيْهِ خَاتَمُ النُّبُوَّةِ ، وَهُوَ خَاتَمُ النَّبِيِّينَ ، أَجْوَدُ النَّاسِ صَدْرًا ، وَأَصْدَقُ النَّاسِ لَهْجَةً ، وَأَلْيَنُهُمْ عَرِيكَةً ، وَأَكْرَمُهُمْ عِشْرَةً ، مَنْ رَآهُ بَدِيهَةً هَابَهُ ، وَمَنْ خَالَطَهُ مَعْرِفَةً أَحَبَّهُ ، يَقُولُ نَاعِتُهُ : لَمْ أَرَ قَبْلَهُ وَلَا بَعْدَهُ مِثْلَهُ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ .

“Rasulullah bukanlah seseorang yang tinggi jangkung. Bukan pula sosok yang pendek. Tinggi beliau adalah tinggi rata-rata laki-laki. Rambutnya bukanlah rambut yang sangat keriting. Bukan pula lurus jatuh. Rambutnya ikal dan mudah disisir. Badannya tidak gemuk. Wajahnya tidak bulat yang benar-benar bulat. Namun ada unsur bulat pada wajahnya. Kulit beliau putih kemerahan. Matanya besar dan bola matanya sangat hitam. Bulu matanya panjang. Tulang-tulang persendian dan pundak beliau besar. Secara umum, beliau bukanlah seorang yang berbulu lebat. Telapak tangan dan kakinya tebal. Kalau berjalan, beliau berjalan dengan tegap. Seakan menuruni jalan yang tinggi. Kalau menoleh, beliau hadapkan seluruh badannya. Dan di antara pundaknya terdapat stempel kenabian. Memang beliau adalah penutup para nabi. Beliau adalah seorang yang paling lapang dadanya (dalam pergaulan). Paling jujur ucapannya. Paling lembut tabiatnya. Paling mulia pergaulannya. Siapa yang berjumpa beliau secara tiba-tiba, pasti merasakan segan. Namun siapa yang sering bergaul dengannya pasti mencintainya. Aku tidak pernah melihat orang yang seperti beliau.” [HR. at-Turmudzi].

Halaman
1234
Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan