Gerhana Bulan
Link Live Streaming Gerhana Bulan 8 November 2022, Mulai Jam 16.30 WIB
Selain melihat secara langsung, masyarakat juga dapat menyaksikan Gerhana Bulan Total yang disiarkan melalui link live streaming di YouTube.
Penulis:
Tiara Shelavie
Editor:
Miftah
TRIBUNNEWS.COM - Gerhana bulan total akan dapat teramati di hampir seluruh wilayah Indonesia hari ini, Selasa 8 November 2022.
Namun jika cuaca sedang hujan atau bulan tertutup awan, kita dapat menyaksikan gerhana bulan total melalui link live streaming.
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menggelar pengamatan gerhana bulan melalui live streaming YouTube.
Pengamatan dilakukan langsung dari Kabupaten Biak Numfor, Papua.
Pengamatan gerhana bulan oleh BRIN Biak dimulai pukul 16.30 WIB.
Link live streaming pengamatan gerhana bulan dapat disimak di sini.
Baca juga: NASA: Tidak akan Ada Lagi Gerhana Bulan Total dalam 3 Tahun setelah 8 November 2022
Dilansir lapan.go.id, gerhana bulan akan terjadi selama total 3 jam 39 menit 50 detik
Sedangkan fase gerhana bulan total akan berlangsung selama 1 jam 24 menit 58 detik.
Lebar gerhana bulan total kali ini sebesar 1,3589 dengan jarak pusat umbra ke pusat Bulan sebesar 0,2570.
Gerhana ini termasuk ke dalam gerhana ke-20 dari 72 gerhana dalam Seri Saros 136 (1680-2960).
Berikut ini waktu dan wilayah di Indonesia yang dapat teramati untuk setiap kontak gerhana:
Awal Penumbra (P1)
Waktu: 15.02.17 WIB /16.02.17 WITA / 17.02.17 WIT
TIDAK DAPAT TERAMATI di seluruh Indonesia
Awal Sebagian (U1)
Waktu: 16.09.12 WIB / 17.09.12 WITA / 18.09.12 WIT
Dapat diamati di: Papua, Papua Barat, P. Seram, P. Halmahera, Kep. Aru, Kep. Kai, Kep. Tanimbar
Awal Total (U2)
Waktu: 17.16.39 WIB / 18.16.39 WITA / 19.16.39 WIT
Dapat diamati di: Papua, Papua Barat, Maluku, Maluku Utara, Sulawesi NTT, NTB, Bali, Kaltara, Kaltim, Kalsel, Kalteng, Kapuas Hulu

Baca juga: Jam Berapa Shalat Gerhana Bulan Dikerjakan? Ini Jadwal Gerhana Bulan Total & Tata Cara Salat Khusuf
Puncak Gerhana
Waktu: 18.00.22 WIB / 19.00.22 WITA / 20.00.22 WIT
Dapat diamati di Seluruh Indonesia kecuali Aceh, Sumut, Sumbar, Bengkulu
Akhir Total (U3)
Waktu: 18.41.37 WIB / 19.41.37 WITA / 20.41.37 WIB
Dapat diamati di: Seluruh Indonesia
Akhir Sebagian (U4)
Waktu: 19.49.03 WIB / 20.49.03 WITA / 21.49.03 WIT
Dapat diamati di: Seluruh Indonesia
Akhir Penumbra (P4)
Waktu: 20.56.08 WIB / 21.56.08 WITA / 22.56.08 WIT
Dapat diamati di: Seluruh Indonesia
Apa itu Gerhana Bulan Total?

Baca juga: Bacaan Dzikir Gerhana Bulan Total Selasa 8 November 2022, dengan Huruf Arab, Latin, dan Terjemahan
Mengutip Lapan, Gerhana Bulan Total adalah fenomena astronomis ketika seluruh permukaan Bulan memasuki bayangan inti (umbra) Bumi.
Pada saat itu, Hal Bulan, Bumi dan Matahari berada pada satu garis lurus.
Selain itu, Bulan berada di dekat titik simpul orbit Bulan, yakni perpotongan antara ekliptika (bidang edar Bumi mengelilingi Matahari) dengan orbit Bulan.
Gerhana Bulan Total terjadi pada fase Bulan Purnama.
Akan tetapi, tidak semua fase Bulan Purnama dapat mengalami Gerhana Bulan.
Hal ini karena orbit Bulan yang miring 5,1° terhadap ekliptika dan waktu yang ditempuh Bulan untuk kembali ke simpul yang sama lebih pendek 2,2 hari dibandingkan dengan waktu yang ditempuh Bulan agar konfigurasinya dengan Bumi dan Matahari membentuk satu garis lurus.
Oleh sebab itu, Bulan tidak selalu berada di bidang ekliptika ketika Purnama berlangsung.
Mengapa Bulan menjadi merah saat terjadi gerhana?

Mengutip situs NASA, Bulan menjadi merah selama gerhana bulan disebabkan oleh fenomena hamburan Rayleigh.
Fenomena itu juga lah yang menyebabkan langit menjadi biru dan matahari terbenam menjadi merah.
Cahaya bergerak dalam gelombang, dan warna cahaya yang berbeda memiliki sifat fisik yang berbeda.
Cahaya biru memiliki panjang gelombang yang lebih pendek dan lebih mudah dihamburkan oleh partikel di atmosfer bumi daripada cahaya merah yang memiliki panjang gelombang lebih panjang.
Lampu merah, di sisi lain, bergerak lebih langsung melalui atmosfer.
Saat Matahari berada di atas kepala, kita melihat cahaya biru di seluruh langit.
Tetapi ketika Matahari terbenam, sinar matahari harus melewati lebih banyak atmosfer dan melakukan perjalanan lebih jauh sebelum mencapai mata kita.
Cahaya biru dari Matahari menyebar, dan cahaya merah, oranye, dan kuning dengan panjang gelombang yang lebih panjang melewatinya.
Selama gerhana bulan, Bulan berubah menjadi merah karena satu-satunya sinar matahari yang mencapai Bulan, melewati atmosfer Bumi.
Semakin banyak debu atau awan di atmosfer Bumi selama gerhana, semakin merah Bulan akan terlihat.
Seolah-olah semua matahari terbit dan terbenam di dunia diproyeksikan ke Bulan.
(Tribunnews.com, Tiara Shelavie)