Natal dan Tahun Baru 2023

Jelang Nataru, Ridwan Kamil Pastikan Polri Bakal Perketat Penjagaan Objek Vital di Jawa Barat

Dirinya juga meminta kepada seluruh masyarakat Jawa Barat untuk tenang dengan tidak merasakan ketakutan.

Editor: Malvyandie Haryadi
Dok. Pemprov Jabar
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil. 

Laporan Reporter Tribunnews.com, Rizki Sandi Saputra

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Gubernur Jawa Barat Ridwan memastikan pihaknya bakal bekerjasama dengan aparat kepolisian untuk memperketat penjagaan jelang Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2023 (Nataru).

Seruan ini menyusul terjadinya ledakan bom bunuh diri di Polsek Astana Anyar, Bandung, Jawa Barat, Rabu (7/12/2022).

Dirinya juga meminta kepada seluruh masyarakat Jawa Barat untuk tenang dengan tidak merasakan ketakutan.

"Ya itu (objek-objek vital) tentu disiagakan oleh kepolisian apalagi menjelang natal tahun baru tapi masyarakat harus tenang lah," kata Ridwan Kamil saat ditemui di sela acara peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) 2022 di Hotel Bidakara, Jakarta, Jumat (9/12/2022).

Orang nomor satu di Provinsi Jawa Barat itu juga menyatakan, saat ini seluruh aparat kepolisian sudah lebih siap dalam melakukan penjagaan.

Kendati begitu, Ridwan Kamil belum dapat memerinci area mana saja yang akan menjadi perhatian khusus penjagaan dalam Nataru tahun ini.

"Insha Allah polisi sudah jauh lebih siap dalam menghadapi akhir tahun," kata Ridwan Kamil.

Perihal kejadian bom bunuh diri di Bandung tersebut, pria yang karib disapa Kang Emil itu memastikan kalau pelaku merupakan residivis terorisme atau mantan napiter.

Kata dia, pelaku diduga masih terdoktrin oleh faham radikal dan terorisme setelah bebas dari penjara, sehingga kembali melakukan perbuatannya.

"Masih didalami oleh kepolisian tapi itu konfirm narapidana teroris yang sudah dibebaskan tapi ternyata masih terdoktrin dan melakukan hal yang serupa, korban dari kepolisian, saya juga sudah takziah," tukas Kang Emil.

Sebagai informasi, pelaku bom bunuh diri diketahui membawa dua bom. Bom pertama dimasukkan dalam ransel yang dibawa di punggung pelaku. Sementara bom kedua dibawa pada bagian dada.

Baca juga: Update Bom di Bandung: Pelaku Pakai Bom Panci Berisi Paku hingga Polisi Cium Adanya Motif Kebencian

Namun dalam peristiwa Rabu kemarin, hanya satu bom yang meledak, yakni bom pada bagian punggung pelaku atau bom di dalam ransel. Sedangkan saat meledak, bom yang dilekatkan di bagian dada pelaku terpental.

Dalam peristiwa ini, 11 orang menjadi korban. Sebanyak 10 korban alami luka, dan 1 korban yang merupakan anggota polisi meninggal dunia.

Berdasarkan pemeriksaan sidik jari dan face recognition, pelaku bom bunuh diri teridentifikasi atas nama Agus Sujatno alias Agus Muslim.

Agus pernah ditangkap terkait aksi terorisme di Cicendo, Bandung, Jawa Barat dan sudah sempat ditahan selama empat tahun penjara. Ia bebas pada September 2021 lalu.

  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved